9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Ilustrasi
Dream - Pasar saham Indonesia belum kunjung memberikan kabar gembira. Sentimen negatif pelemahan Wall Street serta aksi jual asing tetap memaksa indeks saham syariah bertengger di zona merah.
Meski membukukan nett sell, aksi jual investor relatif normal di kisaran Rp 300 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 26 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali terpangkas 1,428 poin (0,84%) ke level 168,868.
Pelemahan ISSI dipicu turunnya harga saham dari 133 emiten syariah. ISSI berhasil menyisakan 52 emiten syariah di zona hijau dan 49 lainnya bertahan stagnan.
Lau ISSI sebetulnya tak terlalu buruk. ISSI sempat melaju ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi 170,325. Namun tekanan jual jelang sesi penutupan memaksa ISSI jatuh ke level terendahnya di 168,868.
Pelaku pasar tercatat memperdagangkan 36,38 miliar saham bernilai Rp 4,41 triliun.
Nasib kurang baik justru melanda saham-saham bluechips syariah. Tak mampu beranjak ke zona hijau, indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 7,546 poin (1,06%) ke level 703,480.
Posisi penutupan ini merupakan level terendah yang dicetak JII. Sementara level tertinggi hanya mampu dicetak di di zona merah di posisi 710,617.
Pemegang saham dari 25 emiten bluechips syariah harus rela mengalami koreksi harga saham. Namun JII masih menyisakan 4 emiten lainnya di zona positif.
Emiten bluechips syariah pencetak top gainer kali ini adalah SMGR yang menguat Rp 125. Disusul KLBF yang naik Rp 30, INTP Rp 25, dan LPKR Rp 5 per saham.
Secara umum, pasar modal Indonesia memang belum lepas dari tekanan jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 36,689 poin (0,68%) ke level 5.368,800.
Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana investor hingga Rp 6,31 triliun dari aksi jual beli 62,05 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah kembali harus menghadapi tekanan dari global dan domestik. Sempat amblas ke posisi terendah 13.161, rupiah sore ini tercatat melemah 21 poin (0,16%) menjadi 12.991 per dolar AS.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar