Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Bendera Negara Anggota ASEAN (http://www.businesstimes.com.sg/)
Dream - Bersatunya ekonomi negara-negara serumpun Melayu, ASEAN, bakal menyuburkan bisnis syariah. Momentum ini dianggap membuka banak peluang bagi keuangan syariah di seluruh wilayah Asia Tenggara.
Laporan terbaru dari Bank Negara Malaysia seperti dikutip Zawya, Kamis, 26 Maret 2015 menyebutkan, Produk Domestik Bruto (PDB) ASEAN ditaksir bakal tumbuh US$ 3 triliun pada 2017. Ini menempatkan ASEAN sebagai kawasan ekonomi terbesar ketujuh di dunia.
ASEAN diakui telah membuat berbagai perubahan besar sejak krisis moneter 1997. Salah satunya adalah proses pembuatan kerangka integrasi bank di ASEAN.
Dalam bingkai itu, bank syariah di kawasan ASEAN kini juga mulai berkembang di Malaysia dan Indonesia. Negeri Jiran ini memang masih menguasai aset senilai US$ 135 miliar atau seperlima dari total perbankan Malaysia.
Potensi sesungguhnya ada di Indonesia yang menjadi rumah bagi 13 persen populasi penduduk muslim dunia. Namun tak semua populasi ini sudah terjangkau sistem keuangan syariah.
Saat ini, bank syariah di Indonesia hanya menguasai 4,9 persen dan total aset perbankan nasional. Sebuah fakta yang membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang perlu membuat roadmap percepatan keuangan syariah dalam lima tahun ke dean.
Selain dua negara ini, ASEAN juga memiliki Thailand dan Filipina yang mulai menyasar potensi bisnis syariah. Kedua negara tengah mencari peluang permintaan jasa keuangan syariah bagi minoritas muslim disana.
Studi bank sentral Malaysia ini juga mengungkapkan kunci utama pertumbuhan keuangan syariah di ASEAN. Menurutnya, dalam segi ukuran, berbagai proyek di bidang infrastruktur, telekomunikasi, perlatan dan konstruksi ditaksir membutuhkan dana US$ 7 triliun dalam 15 tahun ke depan.
Kebutuhan pendanaan tersebut kemungkinan dipenuhi dari penerbitkan surat utang syariah (Sukuk).
Potensi lain yang cukup menarik adalah bidang pertanian termasuk perkebunan. Produk keuangan syariah dianggap mampu membiayai investasi dan belanja modal dari berbagai perusahaan.
Tren lain yang muncul di kawasan rumpun Melayu ini adalah penerbitan sukuk dari negara-negara di dunia yang berharap bisa menangkap peluang dari populasi muslim terbanyak di ASEAN. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya