Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi jual sporadis pelaku pasar akhirnya menumbangkan bursa saham Indonesia. Perpaduan sentimen negatif lokal dan global membuat investor enggan memborong saham di pasar modal.
Tergerusnya harga saham sejumlah motor penggerak saham juga memaksa indeks mendekam di zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia(BEI), Jakarta, Rabu, 25 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 2,237 poin (1,30%) ke level 170,296.
Saham-saham syariah di lantai bursa dilanda aksi jual investor. Alhasil, 154 emiten ISSI bergerak melemah dan hanya 43 saham yang bisa melaju positif.
Aksi jual masih terekam dari transaksi perdagangan saham syariah yang mencapai Rp 4,51 miliar. Pemodal menggunakan dana untuk mentransaksikan 38,09 miliar saham.
ISSI sepanjang hari ini menghabiskan waktu perdagangan di zona negatif. Posisi tertinggi ISSI hanya mampu dicetak di level 172,334, atau masih di zona merah. Sebelumnya, ISSI sempat terpuruk hingga level 170,112.
Koreksi lebih dalam melanda indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 10,469 poin (1,45%) ke level 711,026.
JII hanya menyisakan dua emiten di zona positif. Sisanya, 26 emiten dilanda aksi jual dan 2 lainnya melaju stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga sempat terlempar cukup jauh. JII mencetak level terendah di 710,536 sebelum berhasil diselamatkan aksi beli investor.
Motor penggerak JII menjadi korban aksi beli investor. Emiten pencetak top losser dihuni oleh AALI yang melemah Rp 1.050, INTP Rp 650, SMGR Rp 550. UNTR Rp 425, dan ICBP Rp 350 per saham.
Dua emiten bluechips syariah yang berhasil menguat adalah ASII dan MPPA masing-masing sebesar Rp 50 dan Rp 40 per saham.
Pelemahan dua indeks saham syariah ini terbilang cukup tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan pasar modal Indonesia ini terpangkas 42,159 poin (0,77%) ke level 5.405,489.
Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana investor hingga Rp 6,64 triliun dengan 73,17 miliar saham yang beralihtangan. Investor asing masih melakukan aksi jual dengan nett sell Rp 399 miliar, lebih rendah dari perdagangan kemarin.
Tumbangnya indeks saham acuan BEI terjadi di kala laju bursa regional yang variatif. Indeks Hang Seng dan Nikkei sore ini justru menguat 0,53 persen dan 0,17 persen.
Sebaliknya, Shanghai Composite terpuruk 0,83 persen.
Dari pasar keuangan, rupiah sanggup bertahan di bawah level 13.000. Kurs rupiah sore ini hanya melemah 19 poin (0,15%) menjadi 12.920 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya