Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Mengekor Lesunya Bursa Regional

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 25 Maret 2015 09:29
Indeks Syariah Mengekor Lesunya Bursa Regional
Sentimen Wall Street dan bursa Asia yang melemah memaksa pelaku pasar menahan diri.

Dream - Indeks acuan saham syariah kembali dibuka di zona merah. Bursa saham Indonesia terseret pelemahan yang juga melanda pasar modal regional.

Aksi jual asing yang kembali berlanjut di sesi pembukaan membuat investor juga menahan diri masuk pasar.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 25 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,357 poin ke lebel 172,176.

Hingga 5 menit waktu perdagangan, ISSI cenderung terus tertekan. ISSI tercatat turun 0,339 poin (0,20%) ke level 172,194.

Pelemahan di pertengahan pekan ini telah menggusur 72 emiten syariah ke zona negatif. Beruntung masih ada 32 emiten syariah yang menguat dan 49 lainnya bertahan stagnan.

Di awal sesi, 3,69 juta saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar. Nilainya mencapai Rp 526,41 miliar.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 1,979 poin ke level 719,516.

Berisi 30 emiten unggulan syariah, JII saat ini dipenuhi pelemahan harga saham dari 19 emiten syariah. Hanya 8 emiten yang mampu bergerak positif dan 3 lainnya stagnan.

Sama dengan ISSI, JII juga masih belum bisa beranjak dari zona merah. JII tercatat melemah 1,876 poin (0,26%) ke evel 719,619 hingga 5 menit waktu perdagangan.

Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia memang tengah berada dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini mengawali perdagangan dengan melemah 9,91 poin (0,18%) ke level 5.437,74.

Di sesi pembukaan, IHSG kembali terkoreksi 13,12 poin (0,24%) ke level 5.435,94.

Investor asing kembali melakukan aksi lepas saham dengan memulai menjual portofolio senilai Rp 9 miliar.

Beri Komentar