Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sistem keuangan syariah bisa juga diterapkan dalam dunia bisnis. Tidak hanya menghilangkan perhitungan laba dalam pembagian hasil, tetapi ada beberapa konsep syariah yang bisa diterapkan dalam memulai berbisnis.
Genta Mahardika, konsultan bisnis dari Eureka Consultant menyatakan ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam berbisnis dengan sistem syariah. Misalnya, perlunya pemimpin atau orang yang dominan sebagai penentu keputusan.
" Imamah, imam (pemimpin) untuk bisnisnya. Ada satu orang yang secara saham memiliki lebih dari 50%. Jadi dia memiliki hak veto kalau ada masalah dan semua menghormati. Yang menjadi pemimpin sudah pasti yang mesti dipercaya oleh yang lain bisa mengambil keputusan yang baik," ujarnya kepada Dream, Selasa, 24 Maret 2015.
Selain itu, perlunya kejelasan porsi dalam pembagian keuntungan dan tugas masing-masing orang.
" Ini juga sesuai syariah yaitu menuliskan setiap perjanjian. Ada hitam di atas putihnya. Keuntungan maupun kerugian, peran sehari-hari dalam mengembangkan bisnis," jelasnya.
Genta menilai untuk pembagian keuntungan bisa ditentukan sesuai kesepakatan. Setiap hal bisa menjadi modal untuk bisa dikatakan memiliki saham dalam bisnis tersebut, seperti kehalian, ide, uang, waktu, tenaga.
" Nanti proporsinya disepakati bersama dengan peran masing-masing dan jelas porsinya akan beda. Ide tanpa eksekusi tidak jalan, eksekusi tanpa ide maka tidak akan jelas. Jadi, orang yang memiliki ide dan bisa mengeksekusi dihargai lebih dibanding yang hanya salah satunya saja," tutupnya.
Bisnis syariah adalah bisnis yang santun, bisnis yang penuh kebersamaan dan penghormatan atas hak masing-masing. Pengertian ini dulu masih dianggap normatif dan terkesan jauh dari kenyataan bisnis, tetapi saat ini dapat dilihat dan dipraktikkan dan akan menjadi trend bisnis masa depan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya