Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Investor pasar modal kembali dihantui isu kenaikan suku bunga The Fed. Sentimen ini membawa pemodal berhati-hati dalam menggelar aksi beli.
Langkah hati-hati investor terlihat dari indeks saham acuan yang hanya naik tipis. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks Hang Seng dan Nikkei.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak pelan 0,012 poin (0,01%) ke level 172,378.
Kenaikan tipis ini terbantu oleh menguatnya harga saham dari 13 emiten syariah. ISSI masih tertekan oleh pelemahan harga saham dari 12 emiten dan 9 lainnya yang bergerak stagnan.
Sebagai pemanasan, pelaku pasar mencoba menjajal aksi jual beli pada 35,27 juta saham seniai Rp 11,94 miliar.
Aksi beli selektif kembali berlanjut di sesi pembukaan. ISSI menguat cukup signifikan dengan kenaikan 0,254 poin (0,15%) ke level 172,620.
Berlawanan dengan sebagian indeks Asia, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak positif. Setelah dilanda pelemahan di awal pekan, JII pagi ini memulai perdagangan dengan naik tipis 0,129 poin (0,02%) ke level 721,126.
Sebanyak 32,16 juta saham bluechips syariah jadi ajang jual beli investor dengan nilai Rp 11,53 miliar.
JII naik 0,316 poin (0.04%) ke level 721,313
Laju malu-malu juga melanda indeks acuan pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju ke zona hijau dengan beranjak naik 3,490 poin (0,06%) ke level 5440,588.
IHSG kembali menguat 8,030 poin (0,15%) ke level 5.445,128 di sesi pembukaan.
Lantai bursa pagi ini sudah dikucuri dana investor hingga Rp 22,79 miliar. Investor asing tiba-tiba saja mulai kembali melakukan aksi beli. Sebagai pemanasan, asing mencetak nett buy Rp 1,68 miliar.
Dari kawasan regional, sejumlah indeks saham utama bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Nikkei dibuka melemah dan sudah terkoreksi masing-masing 0,52 persen dan 0,46 persen.
Sebaliknya, indeks bursa saham Singapura yang tengah dilanda kabar duka wafatnya mantan perdana menteri Lee Kuan Yew, melaju positif 0,14 persen.
Dari pasar keuangan, dominasi dolar AS atas mata uang dunia untuk sementara mengendur. Meski dibuka melemah di 13.022, rupiah saat ini sudah menguat 60 poin (0,46%) menjadi 12.962 per dolar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya