Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

113 Emiten Seret Indeks Syariah Ditutup Melemah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 23 Maret 2015 16:28
113 Emiten Seret Indeks Syariah Ditutup Melemah
Pelaku pasar masih khawatir dengan investor asing yang masih membukukan nett sell.

Dream - Laju positif bursa saham Indonesia di awal pekan ternyata hanya bertahan sesaat. Sentimen negatif dari regional dan lokal membuat sebagian indeks saham acuan ditutup melemah.

Emiten di sektor pertanian terkena imbas paling besar dari pelemahan kali ini. Wacana kenaikan bea tambahan CPO memukul saham-saham di sektor perkebunan.

Pelaku pasar juga masih khawatir dengan aksi investor asing yang masih belum kembali melantai. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 394 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,359 poin (0,21%) ke level 172,366.

ISSI sebetulnya mengawali perdagangan dengan menguat ke level 173,087. Bahkan ISSI sempat terus menanjak ke posisi tertingginya di 173,703.

Namun seiring bermunculannya sentimen negatif di lantai bursa, ISSI akhirnya tak kuasa menahan aksi jual. Alhasil, ISSI kembali jatuh ke zona merah dengan posisi terendah di level 172,234.

Jelang penutupan ISSI bahkan tak mampu kembali menembus zona hijau meski pasar kembali memburu saham-saham murah.

Di awal pekan ini, pelaku pasar harus puas dengan hanya meninggalkan 69 emiten syariah di zona hijau. ISSI justru didominasi koreksi harga saham dari 113 emiten syariah.

Investor tampak aktif memperjualbelikan 26,47 miliar saham syariah. Aksi jual beli ini menguras dana investor hingga Rp 3,54 triliun.

Gerak lebih baik dicetak saham-saham bluechips syariah. Kendati ditutup melemah, indeks Jakarta Islamic Indec (JII) justru sempat melawan pelemahan.

Menguat jelang sesi penutupan, indeks JII harus rela tergerus aksi jual investor dengan melemah 0,677 poin (0,09%) ke level 720,997.

JII berhasil mengangkat sepertiga atau 10 emiten bluechips syariah ke zona hijau. Namun, lebih dari separuh penghuni JII atau 16 emiten terserang pelemahan dan 4 lainnya melaju stagnan.

Indeks JII sempat beberapa kali menembus zona hijau. Dimotori emiten UNVR, JI bahkan menembus level tertinggi 726,836. Namun, upaya perlawanan ini tak mampu membendung koreksi tajam AALI dan ICBP yang menjadi top losser.

Emiten bluchips syariah yang menghuni top gainer awal pekan ini adalah UNVR yang menguat Rp 325. Disusul AKRA Rp 225, MPPA Rp 130, PTBA Rp 125, dan ASII Rp 75 per saham.

Sementara AALI dan ICBP yang menjadi top losser mengalami koreksi harga masing-masing Rp 1.025 dan Rp 300 per saham. Top losser lainnya adalah SMGR yang melemah Rp 275, UNTR Rp 225, dan INTP Rp 200 per saham.

Lantai bursa kali ini juga menghasilkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 5,967 poin (0,11%) ke level 5.437,097. IHSG terseret turunnya harga saham dari 176 emiten.

Dari kawasan regional, Nikkei dan Hang Seng sebetulnya ditutup menguat. Kedua saham ini menanjak 0,99 persen dan 0,49 persen.

Sementara itu kurs rupiah sore ini juga mulai kembali loyo. Rupiah terkoreksi 87 poin (0,66%) menuju 13.020 per dolar AS.

Beri Komentar