Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Laju positif bursa saham Indonesia di awal pekan ternyata hanya bertahan sesaat. Sentimen negatif dari regional dan lokal membuat sebagian indeks saham acuan ditutup melemah.
Emiten di sektor pertanian terkena imbas paling besar dari pelemahan kali ini. Wacana kenaikan bea tambahan CPO memukul saham-saham di sektor perkebunan.
Pelaku pasar juga masih khawatir dengan aksi investor asing yang masih belum kembali melantai. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 394 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,359 poin (0,21%) ke level 172,366.
ISSI sebetulnya mengawali perdagangan dengan menguat ke level 173,087. Bahkan ISSI sempat terus menanjak ke posisi tertingginya di 173,703.
Namun seiring bermunculannya sentimen negatif di lantai bursa, ISSI akhirnya tak kuasa menahan aksi jual. Alhasil, ISSI kembali jatuh ke zona merah dengan posisi terendah di level 172,234.
Jelang penutupan ISSI bahkan tak mampu kembali menembus zona hijau meski pasar kembali memburu saham-saham murah.
Di awal pekan ini, pelaku pasar harus puas dengan hanya meninggalkan 69 emiten syariah di zona hijau. ISSI justru didominasi koreksi harga saham dari 113 emiten syariah.
Investor tampak aktif memperjualbelikan 26,47 miliar saham syariah. Aksi jual beli ini menguras dana investor hingga Rp 3,54 triliun.
Gerak lebih baik dicetak saham-saham bluechips syariah. Kendati ditutup melemah, indeks Jakarta Islamic Indec (JII) justru sempat melawan pelemahan.
Menguat jelang sesi penutupan, indeks JII harus rela tergerus aksi jual investor dengan melemah 0,677 poin (0,09%) ke level 720,997.
JII berhasil mengangkat sepertiga atau 10 emiten bluechips syariah ke zona hijau. Namun, lebih dari separuh penghuni JII atau 16 emiten terserang pelemahan dan 4 lainnya melaju stagnan.
Indeks JII sempat beberapa kali menembus zona hijau. Dimotori emiten UNVR, JI bahkan menembus level tertinggi 726,836. Namun, upaya perlawanan ini tak mampu membendung koreksi tajam AALI dan ICBP yang menjadi top losser.
Emiten bluchips syariah yang menghuni top gainer awal pekan ini adalah UNVR yang menguat Rp 325. Disusul AKRA Rp 225, MPPA Rp 130, PTBA Rp 125, dan ASII Rp 75 per saham.
Sementara AALI dan ICBP yang menjadi top losser mengalami koreksi harga masing-masing Rp 1.025 dan Rp 300 per saham. Top losser lainnya adalah SMGR yang melemah Rp 275, UNTR Rp 225, dan INTP Rp 200 per saham.
Lantai bursa kali ini juga menghasilkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 5,967 poin (0,11%) ke level 5.437,097. IHSG terseret turunnya harga saham dari 176 emiten.
Dari kawasan regional, Nikkei dan Hang Seng sebetulnya ditutup menguat. Kedua saham ini menanjak 0,99 persen dan 0,49 persen.
Sementara itu kurs rupiah sore ini juga mulai kembali loyo. Rupiah terkoreksi 87 poin (0,66%) menuju 13.020 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya