Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFoto.com)
Dream - Sempat berulang kali keluar masuk zona merah jelang sesi penutup, indeks saham syariah akhirnya menutup perdagangan di zona hijau. Aksi beli investor berhasil menarik sejumlah indeks acuan saham.
Penguatan ini terbilag luar biasa karena asing ternyata menjual besar-besaran portofolionya. Asing mencetak nett sell hingga Rp 943 miliar atau tiga kali lipat dari penutupan kemarin.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 24 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)menguat 0,167 poin (0,10%) ke level 172,533.
ISSI pagi tadi mengawali perdagangan di zona hijau. Namun isu kenaikan suku bunga The Fed dan aksi jual asing membuat pelaku pasar mengerem aksi belinya.
Alhasil, ISSI sempat berulang kali masuk zona negatif. Puncaknya, ISSI terpeleset ke level terendah 172,265.
Meski menguat, para penghuni ISSI justru banyak yang bertengger di zona merah. Sebanyak 118 emiten syariah bergerak melemah dan hampir separuhnya, atau 69 saham yang bertengger di zona hijau.
Pelaku pasar mentransaksikan saham syariah bernilai Rp 3,68 triliun dengan 24,76 miliar saham beralihtangan.
Penyelamatan di menit-menit terakhir perdagangan juga melanda emiten bluechips syariah. Melemah jelang penutupan, Jakarta Islamic Index (JII) akhirnya mengikuti saudaranya ke zona hijau.
Indeks JII sore ini menutup perdagangan dengan naik tipis 0,498 poin (0,07%) ke level 721,495. Penguatan ini didorong kenaikan harga saham dari 16 emiten unggulan syariah.
Emiten alat berat UNTR memimpin penguatan dengan kenaikan Rp 400 per saham. Top gainer JII lainnya adalah UNVR yang menguat Rp 275, INTP Rp 200, ITMG Rp 100, dan INDF Rp 75 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri menutup perdagangan dengan menguat 10,550 poin (0,19%) ke level 5.447,648. IHSG sempat bergerak melemah ke level terendah 5.434,464.
Lantai BEI kali ini berhasil memutar dana investor hingga Rp 7,89 triliun.
Kabar positif juga berhembus dari pasar keuangan. Kurs Rupiah akhirnya menguat di bawah level 13.000. Sore ini rupiah menguat 93 poin (0,71%) menjadi 12.929 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya