Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Utang pinjaman serta tumpukan tagihan dari 11 kartu kredit pastinya takkan membuat hidup tenteram. Namun dengan kemantapan hati bebas dari kekangan bunga riba, seorang pria berhasil menyelesaikan seluruh utangnya.
Mengutip laman pengusahamuslim.com, Rabu, 25 Maret 2015, Edi, pria yang kini bekerja di Arab Saudi mempunyai pengalaman buruk dengan tumpukan utang.
" Saya selain utang riba juga terjerat kartu kredit sampai 11 kartu," ujar Edi.
Kondisi ini membuat hidup Edi tak nyaman. Beragam pengajian dan buku membuka matanya. Edi bertobat karena telah bergelimang dalam cengkeraman bunga riba.
" Riba membuat hidup kita merasa hina dikejar kejar hutang dan debitur," katanya.
Diakuinya, selama ini orang lain memang melihat kehidupannya relatif stabil. Punya mobil dan rumah besar seolah menjadi jaminan kesuksesan hidup Edi. Namun dibalik itu, hati Edi justru gundah.
" Semua itu hasil riba. Dan itu semua tidak akan membawa berkah dan ketenangan bagi hidup kami. Maka akhirnya saya sekeluarga bertobat untuk menghindari riba dan kartu kredit," katanya.
Bertekad untuk membersihkan diri dari riba, Edi membuat keputusan drastis. Semua harta benda mulai dari kendaraan, mobil trayek jemputan, rumah, motor dan semua yang dianggap hasil riba dijualnya. Tujuannya satu, menutupi utang-utang riba yang ditanggungnya.
Edi pun memilih memulai hidup baru. Mengontrak rumah kecil di area pesantren jadi langkah awal bagi keluarganya. Beruntung anak-anaknya bersekolah di pesantren dekat rumahnya tersebut.
" Dengan keikhlasan dan benar-benar tobat, maka Allah mengabulkan permintaan saya sekeluarga," kenangnya.
Keputusan Edi menjual semua harta yang dianggap hasil dari riba berbuah rezeki besar. Edi mendapat panggilan kerja dari perusahaan perminyakan di Arab Saudi. Tanpa pikir panjang, Edi memutuskan hijrah ke negeri tersebut.
" Alhamdulilah, Allah kembalikan harta kami dengan segala kelebihannya dan saya sekeluarga bisa pergi haji bersama setelah tinggal satu tahun di Saudi," ujarnya.
Kini hidup Edi seolah berubah drastis. Keputusannya tobat dari jerat riba terbukti berbuah positif. Selain seluruh utang terlunasi, hampir saban bulan Edi mengaku bisa menjalankan umrah. Hal ini tak terlepas dari tempat kerjanya yang dekat dengan Mekkah dan Madinah.
NEXT >>> 5 Gaya Hidup Hidup Penyelamat dari Jerat Utang
Baca Juga: 'Sekolahkan' SK Pegawai di Bank, Bisa Dapat Uang Ibu Rumah Tangga Jangan Hanya Menabung Kiat Meraih Sukses Cara Rasulullah SAW Empat `Jebakan` Cerdas Penguras Isi Dompet 4 Mata Uang `Sampah` Negara Muslim
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya