6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) mengakui 180 mata uang nasional sebagai alat pembayaran yang sah. Namun dollar AS yang begitu perkasa ditambah kondisi negara yang berbeda-beda membuat sebagian uang masuk kategori sampah.
Mengutip laman Therichest, Jumat, 2 Januari 2014, pelemahan nilai mata uang suatu negara hampir biasanya dipicu tragedi dan penderitaan. Banyak negara menggantungkan harapan pada pariwisata dolar sehingga kunjungan ke negara-negara ini sangat murah.
Beruntung bagi pemilik dolar, mata uang sampah sebagian negara di dunia membuatnya seolah-olah menjadi miliarder dunia.
Berikut adalah mata uang negara-negara muslim yang memiliki nilai nominal ekstra besar sehingga masuk kategori sampah:
© Dream
Dinar Irak
Sejak pembangunan Irak mengalami penurunan di berbagai sektor akibat invasi Amerika Serikat (AS), mata uang Dinar sudah tidak punya gigi lagi. Apalagi sebagian wilayah negara itu kini dikuasai teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Pekerjaan sebagai Menteri Pariwisata Irak pun menjadi pekerjaan yang paling sulit di dunia saat ini. AS bahkan sudah mengeluarkan travel warning sejak musim panas 2014 lalu.
Sementara ekspor Irak 99 persen bergantung pada minyak, harganya pun anjlok dan memunculkan kekhawatiran terjadinya kekerasan sektarian. Akibatnya keamanan dan nilai mata uang Irak dipertaruhkan. (Ism)
© Dream
Francs Guinea
Inilah negara Afrika Barat lainnya yang menderita di tangan Ebola. Para ahli memperkirakan ekonomi Guinea akan benar-benar menyusut pada tahun 2015. Dan itu tidak akan meningkatkan nilai tukar mata uang mereka. Bahkan sebelum wabah Ebola, franc diperkirakan stagnan selama puluhan tahun, jatuh ke 7022 terhadap dolar pada tahun 2050.
Bangsa ini telah diberkati dengan kelimpahan mineral tetapi dikutuk oleh lokasinya yang berbatasan dengan negara-negara yang tercabik-cabik perang saudara, seperti Sierra Leone dan Liberia. Banjir pengungsi telah mengeringkan devisa negara. (Ism)
© Dream
Rupiah Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan. Tak seorang pun mengetahui pasti berapa jumlah pulau di negara ini. Namun, Anda hanya perlu tahu dua pulau yang perlu dikunjungi: Jawa dan Bali.
Jadi mengapa rupiah bisa menjadi sampah? Majalah Economist menggambarkan masalah-masalah yang dihadapi Indonesia secara gamblang: infrastruktur yang berantakan, birokrasi yang seperti siput dan korupsi besar-besaran.
Di samping itu, negara memberikan subsidi harga bahan bakar yang cukup besar sampai-sampai tidak ada lagi yang tersisa untuk membangun infrastruktur yang modern. Setiap partai berkuasa yang ingin mengurangi subsidi itu dianggap melakukan bunuh diri pemilihan umum. (Ism)
© Dream
Rial Iran
Inilah juaranya mata uang sampah. Ekonomi Iran masih terus berusaha pulih dari revolusi, perang dengan Irak dan keras kepala mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Sanksi internasional atas program nuklir sangat keras menempel. Diperkirakan bahwa Iran butuh minyak dijual di harga US$ 140 per barrel untuk menyeimbangkan anggaran. Ketika harga sampai pada US$ 60 per barel dan terus turun, masa depan rial tidak terlihat cantik.
Jadi rial akan tersedot ke program nuklir mereka yang selalu didengungkan untuk tujuan damai. Jadi, saat ini Iran adalah tujuan wisata paling murah di seluruh planet Bumi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
