Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dream - Pesatnya pertumbuhan bisnis syariah membuka peluang besar bagi kalangan perempuan. Bahkan kini peran kaum hawa di bisnis dengan prinsip Islami ini makin banyak diperhitungkan.
Bloomberg melaporkan 185 dari 507 siswa yang terdaftar di International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) di Kuala Lumpur pada tahun 2014 adalah perempuan. Padahal dua tahun sebelumnya, jumlah siswa perempuan yang terdaftar masih sebanyak 80 orang.
Presiden INCEIF Daud Vicary Abdullah mengatakan besarnya permintaan siswa perempuan di universitas ini tidak hanya didorong pengakuan peran sentral ekonomi syariah di Malaysia, Indonesia, dan Arab Saudi. Kini industri ini juga semakin diperhitungkan di Korea Selatan, Selandia Baru, Jepang dan China yang tidak memiliki hukum-hukum syariah.
Mengakui kemajuan di Asia Tenggara dalam menawarkan kesempatan yang sama bagi perempuan, Daud menambahkan bahwa lembaga itu menargetkan untuk meningkatkan rasio perempuan menjadi 50 persen dari 36 persen saat ini.
Awal bulan ini bekerja sama dengan MasterCard, INCEIF mengumumkan INCEIF Scholarship for Women, yang merupakan beasiswa untuk dua siswa perempuan setiap tahun untuk meraih gelar Master di berbagai disiplin ilmu keuangan syariah. Beasiswa ini ditujukan untuk meningkatkan bakat perempuan di sektor keuangan syariah.
" Sebagai universitas yang dibangun untuk industri, INCEIF membesarkan hati para pemain industri, dengan satu mandat bergengsi sebagai mitra. Kami menyambut inisiatif yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia dalam industri ini karena ada berbagai peluang untuk semua, termasuk perempuan," kata Dzalin Ayub, COO INCEIF.
Kolaborasi INCEIF dan industri global dirasa tepat pada waktunya mengingat pertumbuhan eksponensial keuangan syariah. Industri syariah, yang saat ini memiliki perkiraan nilai US$ 2 triliun diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 3,4 triliun pada tahun 2018. Hal ini akan menciptakan kebutuhan akan para profesional keuangan yang lebih berpengalaman di bidang keuangan syariah.
INCEIF memperkirakan bahwa industri syariah akan membutuhkan satu juta profesional di seluruh dunia pada tahun 2020. Malaysia sendiri diperkirakan membutuhkan 56.000 profesional.
Saat ini, Malaysia sudah memiliki dua eksekutif bank syariah perempuan. Raja Teh Maimunah Raja Abdul Aziz memimpin Hong Leong Islamic Bank sementara Fozia Amanullah adalah CEO dari Alliance Bank Islam.
Daud mengatakan bahwa peningkatan kemampuan pemimpin perempuan dalam industri syariah diharapkan bisa menarik minat perempuan dalam sektor ini. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya