Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Air Asia, Tony Fernandes (Mirror.co.uk)
Dream - Temuan bagian ekor pesawat nahas AirAsia QZ8501 membawa harapan baru bagi CEO Air Asia Group, Tony Fernandes. Pria yang terjun langsung ke lapangan ini yakin kotak hitam (black box) akan segera ditemukan.
Mengutip dari akun Twitternya @tonyfernandes, Rabu, 7 Januari 2015, Tony begitu yakin tim pencari akan menemukan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501.
" Jika bagian kanan ekor pesawat ditemukan, kotak hitam seharusnya ada di situ," kicau Tony.
Saat ini, pria yang membangun AirAsia bermodal dua pesawat ini, berharap tim akan segera menemukan seluruh puing bagian pesawat AirAsia QZ8501.
Harapannya, dengan temuan ini seluruh penumpang yang menjadi korban akan lebih mudah ditemukan. " Ini untuk meringankan kesediahan keluarga," katanya.
Tony memastikan pencarian jasad korban masih menjadi prioritas AirAsia dalam insiden jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 tersebut.
Tim pencari runtuhan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh 28 Desember 2014 lalu di Laut Jawa dilaporkan telah menemukan bagian ekor pesawat.
" Saya mendapatkan laporan yang terkonfirmasi dan hasilnya ada benda di bawah air dengan tulisan A,X. Dan ada tulisan Air-nya. Maka saya pastikan ini adalah ekor pesawat dengan gambar dan tulisan yang saya sampaikan. Lokasi ditemukan ekor berbeda dari yang digembar-gemborkan di media kemarin," kata Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo.
Para penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang menyelam ke dasar Laut Jawa masih kesulitan menemukan puing-puing pesawat QZ8501.
Pasalnya, daerah sekitar lokasi pencarian masih diliputi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Belum lagi arus di kedalaman laut yang cukup kuat sehingga menghambat proses pencarian.
Diduga ekor dan bagian badan pesawat dari Airbus A320-200 terdeteksi di kedalaman 30 meter. Tetapi mereka belum bisa melakukan penyelidikan terhadap puing-puing itu dengan baik. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya