5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
WhatsApp, Salah Satu Aplikasi Pesan Singkat.
Dream – Tiongkok benar-benar memblokir aplikasi percakapan,WhatsApp. Langkah ini untuk meningkatkan pengamanan menjelang kongres Partai Komunis bulan depan.
Dilansir New York Times, pemblokiran aplikasi ini merupakan kemunduran untuk raksasa jejaring sosial. Penutupan WhatsApp ini menambah daftar aplikasi sosial yang dilarang Tiongkok, setelah Facebook.
Pemblokiran WhatsApp ini berawal dari sensor Tiongkok yang mulai memblokir obrolan video serta foto dan berkas yang dikirim via WhatsApp pada pertengahan Juli ini. Pemerintah negara ini juga menghentikan pesan suara di aplikasi itu.
Kriptografer di Symbolic Software, Nadim Kobeisi, mengatakan layanan WhatsApp kini terganggu di Tiongkok, bahkan untuk mengirimkan pesan teks sekalipun. Menurut dia, hal ini menunjukkan bagaimana Tiongkok menerapkan sensor sangat ketat terhadap dunia internet.
Bahkan, Negeri Tirai Bambu ini telah mengembangkan piranti lunak yang dapat mengganggu layanan aplikasi yang mengandalkan teknologi enkripsi seperti WhatApp.
“ Ini bukan metode teknik khas di mana Pemerintah Tiongkok menyensor sesuatu,” kata dia.
Nadim mengatakan perusahaannya mulai mendeteksi gangguan WhatsApp di Tiongkok pada Rabu.
Terkait pemblokiran ini, Facebook selaku pemilik WhatsApp menolak berkomentar tentang diblokirnya aplikasi perpesanan ini di Tiongkok.
Seorang pakar komunikasi internet dari Chinese University Tiongkok, Lokman Tsui, mengatakan aplikasi ini terganggu mulai Minggu, 24 September 2017. Penyensoran yang dilakukan otoritas Tiongkok ini mendorong masyarakat agar berkomunikasi menggunakan aplikasi perpesanan yang dapat dipantau seperti WeChat dan Tencent.
Sementara Peneliti Senior Keamanan Internasional dari RAND Corporation, Timothy Heath menilai pemerintah China tak cuka dengan langkah WhatsApp yang menggunakan sistem enkripsi yang terlalu kuat.
" Pemerintah China ingin memantau komunikasi internet, karenanya mereka berusaha untuk mengarahkan masyarakatnya menggunakan teknologi yang dapat diakses dan diawasi pemerintah," katanya seperti dikutip dari laman money.cnn.com
Pemblokiran WhatsApp menimbulkan kecemasan yang besar di kalangan pengguna media sosial Tiongkok. Seorang pengguna jejaring sosial mengeluh kehilangan kontak dengan klien.
“ (Saya) dipaksa kembali ke usia telepon dan email untuk bekerja sekarang," demikian keluhan salah satu pengguna Weibo, aplikasi media sosial semacam Twitter.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?