Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Masuknya Elon Musk ternyata direspons berbeda banyak masyarakat di seluruh dunia. Tak hanya selebriti yang memutuskan mematikan akun, langkah serupa ternyata ditempuh pemilik merek fashion ternama begitu mengetahui Elon Musk mencaplok jejaring media sosial raksasa Twitter senilai US$44 miliar itu.
Sejak mengambil alih Twitter, miliarder itu memicu kemarahan global setelah secara agresif memberhentikan ribuan karyawan. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa pengguna Twitter yang kontroversial seperti Donald Trump dapat kembali ke platform di bawah pengawasannya.
Imbasnya, banyak selebritas dan pengiklan yang telah meninggalkan platform tersebut.
Terbaru, merek fesyen Balenciaga juga resmi menghapus akun Twitter miliknya. Hal ini telah dikonfirmasi oleh pihak Balenciaga, meskipun mereka tak membagikan secara spesifik alasan terkait keputusan tersebut.
Melansir laman news.com.au, Kamis, 17 November 2022, sebelum Balenciaga, telah banyak pengiklan besar yang sudah menghapus akun Twitter milik mereka, seperti General Motors, Volkswagen, Pfizer, dan General Mills.
Hingga saat ini, sudah banyak perusahaan lain telah menonaktifkan akun mereka, termasuk Playbill.
" Karena toleransinya terhadap kebencian, negativitas, dan informasi yang salah, waktu kita dengan platform media sosial ini (Twitter)telah berakhir," tulis akun Twitter Playbill pekan lalu.
Hal lain yang membuat banyak perusahaan dan merek ternama mengundurkan diri dari Twitter yakni kebijakan baru yang dibuat Musk.
Musk menerapkan biaya berlangganan khusus untuk pemilik akun Twitter bercentang biru menjadi US$8 atau sekitar Rp125 ribu.
Ketentuan biaya berlangganan ini diberlakukan jika pemilik akun bertanda centang biru masih ingin mempertahankan statusnya. Ini mencakup para akun yang memiliki centang biru atau sudah terverifikasi.
Sebelumnya sempat beredar kabar biaya berlangganan yang dibebankan Twitter kepada pemilik akun terverifikasi ini ditetapkan senilai US$19,99 dollar atau sekitar Rp312 ribuan.
Musk mengatakan biaya tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan langganan dan membuat Twitter mengurangi ketergantungan pada iklan.
Namun menurut para kritikus, langkah tersebut justru mempersulit untuk mengidentifikasi sumber yang dapat dipercaya.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya