Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream – Wilayah Filipina bagian selatan di Mindanao, ingin menggunakan skema keuangan syariah untuk menggalang dana perbaikan dan pembangunan kembalai Kota Marawi. Kota ini rusak akibat baku tembak tentara Filipina dengan kelompok militan ISIS.
Dilansir dari Gulf Times, Rabu 19 Juli 2017, skema ini juga membuka pintu untuk dukungan moneter dan partisipasi dari Timur Tengah.
Sekadar informasi, perang antara tentara Filipina dengan kelompok militan ISIS sejak dua bulan yang lalu, membuat kota ini porak poranda. Sebanyak 400 ribu warga sipil telah diungsikan. Tentara Filipina telah memukul mundur kelompok ini ke luar kota.
Sejak kelompok militan berhasil ditendang, pemerintah Filipina berencana untuk memulihkan kota tersebut walaupun belum ada indikasi kapan pertempuran tersebut akan berakhir.
Terlepas dari janji Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang akan memberikan bantuan dana sebesar 20 miliar peso atau US$396 juta (Rp5,27 triliun), Otoritas Pengembangan Mindanao mengusulkan pembangunan kota ini menggunakan keuangan syariah.
Direktur Promosi, Investasi, Hubungan Internasional, dan Urusan Publik Mindanao, Romeo Montenegro, mengatakan banyak pejabat dan penduduk menginginkan skema keuangan yang peka terhadap budaya daerah, yaitu keuangan syariah. Namun, pemulihan kota dengan skema keuangan syariah punya beberapa rintangan dan sebagian besar bersifat hukum.
Belum lagi Filipina hanya ada satu bank syariah, yaitu Al Amanah Islamic Investment Bank. Ditambah, negara ini belum punya kerangka keuangan syariah. Pemulihan kota dengan keuangan syariah pun memerlukan persetujuan dari Bank Sentral Filipina.
Montenegro pun mendorong pemerintah Filipina untuk membuat kerangka keuangan syariah untuk mempersingkat dan mempermudah skema keuangan syariah. Dengan begitu, rekonstruksi Kota Marawi bisa menjadi pilot project pembangunan dengan keuangan syariah. Kerangka ini juga bisa menarik investor-investor dari Timur Tengah untuk turut berpartisipasi.
“ Begitu kerangka perbankan syariah diterapkan, kami akan memiliki mekansime khusus untuk menerapkan keuangan syariah secara penuh di Filipina dan ini akan sangat memungkinkan upaya rekonstruksi di Kota Marawi karena entitas dan investor di Timur Tengah ingin menyalurkan pembiayaan lebih efektif lewat lembaga keuangan syariah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya