Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Founder Dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra
Dream - Layanan aplikasi keuangan berbasis teknologi (Financial Technology/fintech) di Tanah Air berkembang pesat. Tak hanya urusan membayar tagihan, kini aplikasi Fintech juga mulai dipakai untuk mencari modal usaha.
Sebuah aplikasi Fintech bahkan menyasar target lebih spesifik berupa pembiayaan usaha mikro. Uniknya, Fintech ini hanya menyasar peminjam dari ibu-ibu.
Founder and CEO PT Amartha Mikro Fintek, Andi Taufan Garuda Putra, menjelaskan kaum hawa ini lebih unggul dibandingkan pria dalam urusan pengelolaan keuangan.
" Ibu-ibu ini memiliki disiplin dan integritas yang tinggi," kata Taufan.
Taufan menjelaskan, aplikasi yang dikembangkannya menghubungkan investor dengan peminjam dana dan tidak mensyaratkan adanya jaminan. Untuk manajemen risiko, peminjam dana harus membuat kelompok sebelum mengajukan pinjaman.
Rata-rata pinjamannya sebesar Rp3 juta dengan jumlah yang bisa bertambah jika sudah lunas.
Pinjaman yang didistribusikan ini digunakan untuk usaha mikro, seperti modal warung sembako, pertanian, dan jualan sayur. " Ada juga yang menggunakan pinjaman untuk warung makan," kata dia.
Menurut Taufan, perusahaannya berdiri sejak 2010 dan berubah menjadi peer to peer (P2P) lending pada 2016. Perusahaan ini menghubungkan investor dengan peminjam. Sejaki berdiri hingga sekarang, Amartha sudah mendistribusikan pinjaman lebih dari Rp200 miliar.
" Sebagian besar pinjaman pada 2017 lebih dari Rp180 miliar," ungkapnya yang mengaku telah melayani lebih dari 70 ribu orang pemimjam.
Taufan memang sengaja menyasar pengusaha mikro karena selama ini sulit mendapatkan pinjaman dari perbankan karena adanya syarat jaminan.
" Dengan sistem ini, setiap anggota bertanggung jawab untuk melakukan� tanggung renteng secara kelompok kalau salah satu anggota mengalami kredit macet," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya