CONNECT WITH US!

BI Dorong Pengembangan Fintech Keuangan Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati | Selasa, 14 November 2017 11:42
Bank Indonesia Mendorong Pengembangan Teknologi Keuangan Untuk Keuangan Syariah.
Teknologi keuangan marak digunakan untuk keuangan syariah.

Dream - Seiring dengan perkembangan teknologi, financial technology (fintech) juga mengalami berkembang pesat di seluruh dunia. Salah satunya adalah fintech atau teknologi finansial di keuangan syariah. 
 
Dilansir dari laman bi.go.id, Selasa 14 November 2017, Deputi Gubernur BI, Sugeng, mengatakan fintech syariah mulai berkembang. Beberapa negara yang mengembangkan fintech ini seperti Dubai, Kanada, Singapura, dan Malaysia. Bentuk tekfin syariah yang dikembangkan seperti layanan pemberian pinjaman. 
 
" Pengembangan teknologi finansial ekonomi syariah merupakan hal yang menjadi perhatian Indonesia saat ini," kata Sugeng, di Surabaya
 
Sugeng mengatakan, penerapan teknologi finansial dalam skema syariah tetap perlu mengacu pada fokus pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
 
Tapi, menurutnya, ada beberapa hal perlu menjadi perhatian. Pertama, penguatan aspek kelembagaan infrastruktur fintech syariah, penerapan fintech secara efisien dan tepat guna, serta sosialisasi dari para pelaku fintech lembaga-lembaga keuangan syariah di Indonesia serta peningkatan pemahaman masyarakat pada umumnya.
 
Dari sisi aplikasinya, lanjut Sugeng, banyak bidang usaha yang berpotensi untuk disentuh tekfin syariah, misalnya kemandirian pesantren berbasis teknologi. 
 
" Dengan banyaknya produk-produk berkualitas yang dihasilkan oleh berbagai pesantren, fintech syariah dapat menyediakan platform kerja sama saling suplai hasil produk antar pesantren," kata dia.
 
Di bidang lain pun, seperti wisata halal, potensi kehadiran fintech untuk memfasilitasi layanan pembayaran atau pemasaran juga sangat besar.
 
Dalam menggali potensi tekfin berbasis syariah di Indonesia, usaha seluruh pihak harus dikerahkan. Rambu-rambu syariah di area fintech, mulai dari akad, syarat, rukun, hukum, administrasi pajak, akuntansi, hingga audit, perlu diyakini dan dijaga dengan baik. 
 
" Oleh karenanya, para akademisi, pakar fiqh, regulator, praktisuangan, dan pelaku start-up perlu duduk bersama dan bersinergi untuk terus melakukan kajian, pengembangan serta pengawasan terhadap aplikasi fintech berbasis syariah, khususnya di Indonesi," kata dia.  (ism)
 

Antara Kahiyang, Fahri Hamzah, dan Setya Novanto