Negara Non Muslim Paling Jago Bisnis Syariah...Masya Allah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 September 2017 18:46
Negara Non Muslim Paling Jago Bisnis Syariah...Masya Allah
Mulai dari pendidikan hingga inovasi negara ini menjadi rujukan di negara sekitarnya.

Dream – Sebuah kajian menunjukkan Inggris menjadi negara yang terdepan untuk keuangan syariah di antara negara-negara Eropa. Negara ini juga turut berperan dalam menetapkan standar kepatuhan syariah internasional.

Inggris menjelma menjadi pusat keuangan Islam yang paling penting keempat di antara negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah non-Muslim.

Dilansir dari The National, Senin 11 September 2017, kajian dari badan perwakilan untuk industri jasa keuangan professional yang berbasis di Inggris, TheCityUK, menunjukkan pasar keuangan, secara global, meningkat 7,5 persen setiap tahunnya. Pada tahun 2015, tercatat pasar keuangan syariah global sebesar US$2 triliun (Rp26.327,59 triliun).  Sementara di Inggris, asset keuangan syariah mencapai lebih dari US$5 miliar (Rp56,82 triliun).

CEO TheCityUK, Miles Celic, mengatakan aset keuangan syariah di Inggris sebesar 1 persen daripada nilai pasar keuangan syariah global. Celic mengatakan masih ada potensi keuangan syariah yang cukup besar untuk digarap Inggris.

“ Dengan posisi Inggris sebagai pemimpin dunia dalam inovasi dan pengembangan di sektor ini, kami berada di posisi yang cukup baik untuk menangkap peluang ini,” kata dia.

Celic berkata laporan ini menemukan Inggris menjadi pusat utama pendidikan dan pelatihan keuangan syariah secara global. Inggris juga menjadi pusat inovasi dan pengembangan untuk penggunaan teknologi keuangan dalam bentuk produk keuangan syariah. Keuangan syariah juga berperan dalam pembiayaan sejumlah proyek di Inggris, contohnya Desa Olimpiade di London dan 6.500 unit rumah baru di luar London.

“ Pembangunan infrastruktur  merupakan bidang utama di mana penggunaan instrumen keuangan syariah lebih banyak bisa didorong. Saat ini, tren menunjukkan bahwa penggunaan instrumen keuangan syariah akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang,” kata dia.

Sekadar informasi, Inggris merupakan negara Barat pertama yang merilis sukuk. Saat ini, ada 65 surat utang syariah yang telah tercatat di London Stock Exchange dengan total nilai US$48 miliar (Rp631,82 triliun).

Pemerintah Inggris memainkan peran penting dalam pertumbuhan keuangan syariah. Dua tahun yang lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Timur Tenggah, Tobias Ellwood, mengatakan pemerintah ingin menjadikan Inggris sebagai pemimpin di sektor keuangan syariah.

Beri Komentar