Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Fresh Graduate Memilih Keluar Dan Berjualan Nasi Ayam Karena Merasa Gajinya Kecil. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Lulusan baru tak jarang harus menelan pil pahit soal gaji. Mereka acapkali mendapatkan gaji tak sesuai dengan harapan.
Kita memang sering diberi tahu bahwa harus bernegosiasi gaji dengan perusahaan agar bisa mendapatkan penghasilan yang sesuai. Sayangnya, saran ini tak selalu mempan bagi semua pelamar kerja.
Daripada misuh-misuh dengan gaji kecil yang akhirnya membuat nama kamu tercoreng di dunia kerja, mungkin kini saatnya kamu menjadi bos sendiri. Langkah berani inilah yang dilakukan seorang pegawai baru di Thailand.
Dikutip dari World of Buzz, Rabu 2 Desember 2020, seorang fresh graduate dari Bangkok, Thailand, memutuskan berhenti bekerja karena merasa gaji yang diterimanya kecil. Dia akhirnya memilih untuk berjualan nasi ayam.
Ibu dari sang anak ini mengunggah ceritanya di Facebook. Dikatakan bahwa putranya adalah sarjana Komunikasi Bisnis dan baru lulus tahun ini. Sang anak mendapatkan pekerjaan pertamanya di kota beberapa bulan sebelum memutuskan keluar karena gaji yang diterima tak sepadan.
“ Gajinya kecil. Gaji bulanannya 10 ribu baht (Rp4,66 juta). Padahal gaji untuk lulusan baru berkisar 13 ribu baht (Rp6,06 juta),” tulis sang ibu, seperti yang diberitakan oleh media lokal Thailand, Kai Jeaw.
Sang ibu menambahkan bahwa perusahaan tak mampu membayarnya dengan gaji ideal karena kondisi perekonomian. Pimpinan perusahaan hanya mampu membayar 10 ribu baht.
“ Tapi ongkos mengemudi dari rumah ke kantor sudah makan biaya 200 baht (Rp93.246) per hari dan itu sangat melelahkan,” tulis dia.
Sang ibu mendukung pilihan anaknya untuk keluar dari pekerjaan. Sebab, sang anak enggan berbicara setiap pulang kerja.
“ Saya tahu dia sangat tidak bahagia,” kata dia.
Setelah berbicara kepada sang anak, orang tua ini menyarankan untuk membuat lapak di samping rumah. Sang anak diminta untuk menjual nasi ayam dan nasi telur dadar. Ibunya berbelanja ke pasar untuk membeli bahan-bahan dan memasak. Sang anak hanya menunggui lapak dan menjual dagangannya. Hari pertama berjualan tidak sukses.
Sang anak hanya menjual satu bekal nasi. Melihat ini, sang ibu meminta dukungan dari warganet untuk menyemangati anaknya.
“ Saya berharap orang-orang bisa mendukung anak saya,” kata sang ibu.
Sayangnya, unggahan ini telah dihapus. Namun, banyak warganet berkomentar dan memberikan dukungan kepada bisnis keluarga sang ibu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya