Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Yang Niatnya Membeli Baju, Tapi Yang Kebeli Malah Merak. (Foto: Pixabay)
Dream – Ada-ada saja kejadian aneh yang dialami orang-orang ketika berbelanja online. Ada pembeli yang ditipu penjual dan ada juga penjual yang ditipu pembeli.
Ada juga orang yang salah membeli barang karena tidak membaca syarat dan ketentuan dengan teliti.
Nah, kali ini ada pembeli yang menyesal karena membeli barang di toko online. Niatnya, dia hanya membeli baju. Tapi yang dibeli adalah babi hutan, salamander, dan burung merak.
Dikutip dari World of Buzz, Jumat 16 November 2018, seorang pelajar pria di Tiongkok menceritakan pengalamannya di media sosial WeChat. Pada 11 November 2018, pembeli yang tak disebutkan namanya ini mengaku mabuk setelah minum beberapa gelas minuman keras.
Pada pukul 12.00, pelajar ini membuka komputer untuk belanja baju secara online. “ Saya mengeklik Taobao dan mulai berbelanja. Yang saya ingat adalah membeli dua set baju,” kata dia, diberitakan oleh South China Morning Post (SCMP).
Nyatanya, yang dibeli adalah seekor babi, merak, dan salamander raksasa—ketiga hewan ini dibelinya hidup-hidup.
SCMP memberitakan harga merak biru hidup ini seharga 390 yuan (Rp826.663), salamander berbobot 1,4-1,6 kg 288 yuan (Rp610.459), dan babi “ micropig” thailand 278 yuan (Rp589.269).
Total uang yang dikeluarkan untuk membeli ketiga hewan itu sebesar 956 yuan (Rp2,03 juta).
Karena terlanjur membeli, pelajar itu semula ingin memeliharanya. Tapi, keinginan ini dibatalkan. Dia sudah punya anjing, kambing, landak, dan hamster. Terlalu banyak hewan peliharaan. Belum lagi ternyata dia membeli babi hutan, bukan micropig yang dijelaskan di keterangan.
Akhirnya, pelajar itu mengembalikan babi dan burung merak ke penjual seminggu setelah “ barang” itu tiba. Untungnya pengiriman hewan menggunakan jasa kurir itu legal di Tiongkok.
Bagaimana dengan salamander? Dia tak punya pilihan karena amfibi ini tak bisa dikembalikan. Pelajar malang ini memelihara salamander “ raksasa”.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya