Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kenaikan BI Rate Jadi Sentimen Positif Indeks Syariah.
Dream - Keputusan Bank Indonesia (BI) belum lama ini menaikkan suku bunga (BI rate) menjadi 6 persen disambut positif pelaku pasar. Pemodal asing bahkan beramai-ramai melakukan aksi beli saham di psar modal Indonesia.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 16 November 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 3.053 poin (1,75%) ke level 177,825. Aksi beli saham membuat ISSI terangkat dan mencapai level tertinggi di 177,916.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 16,611 poin (2,56%) ke level 666,527.
Sementara Indeks JII70, naik 4,875 poin (2,27%) ke level 220,042.
Membanjirnya dana asing hingga Rp1 triliun ke pasar modal Indonesia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung meroket. IHSG tancap gas dengan menguat 97,443 poin (1,66%) ke level 5.995,736.
Aksi beli saham membuat mayoritas indeks sektoral terangkat. Investor melirik saham industri aneka, infrastruktur, barang konsumsi, dan manufaktur. Keempat saham ini meroket 3,72 persen, 2,78 persen, 2,08 persen, dan 2,03 persen.
Hanya indeks pertambangan yang terkoreksi 0,21 persen.
Investor lebih suka bermain saham di sektor UNVR. Hal ini membuat harga sahamnya meroket Rp1.100. Penguatan harga saham ini diikuti oleh INTP yang meroket Rp925, GMTD Rp575, UNTR Rp575, dan ITMG Rp500.
Sebaliknya saham-saham komoditas tambang untuk sementara dihindari pelaku pasar. PTBA memimpin top losser saham syariah dengan koreksi Rp140, DUCK Rp95, DIGI Rp85, PRIM Rp85, dan MAPA Rp80.
Dikutip dari Merdeka.com, BI menaikkan BI 7 day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen. BI juga menaikkan suku bunga depocit facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen dan lending facility menjadi 6,75 persen.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan November 2018 Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 6,00 persen. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen dan Lending Facility menjadi 6,75 persen.
Penguatan BI rate belum menjadi sentimen positif bagi rupiah. Dolar AS masih " perkasa" terhadap rupiah.
Pada pukul 16.09, nilai tukar dolar AS menguat 41 poin (0,28%) ke level Rp14.806. Penguatan dolar AS terhadap rupiah masih yang tertinggi di kawasan regional.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya