Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kerusakan Akibat Serangan Militer Israel
Dream - Serangan brutal militer Isreal terhadap kelompok Hamas di Gaza sekitar sebulan terakhir telah menyebabkan kerugian Palestina antara US$ 4 miliar sampai US$ 6 miliar, atau sekitar Rp 40 triliun sampai Rp 70,4 triliun. Kerugian ini ditaksir bisa lebih besar lagi dari perkiraan awal.
Deputi Menteri Ekonomi Palestina Taysir Amro seperti dikutip Thesundaily.my, Rabu, 6 Agustus 2014 menjelaskan total kerugian itu baru berasal dari kerusakan langsung dari serangan Israel pada perekonomian Palestina.
Angka kerugian bakal meningkat lebih tinggi jika otoritas Palestina ikut menghitung kerugian yang diderita oleh 1,8 juta penduduk Gaza.
Taysir memastikan, angka akurat dari kerugian akibat serangan Israel ke Palestina akan keluar begitu kondisi di wilayah konflik sudah benar-benar tenang.
Sejumlah donator internasional dikabarkan bakal menggelar pertemuan di Norwegia pada September mendatang, untuk memberikan bantuan pada Palestina.
Gencatan bersenjata, yang diusulkan Mesir dan Amerika Serikat (AS), di wilayah konflik Gaza telah berlaku efektif untuk 72 jam ke depan. Dengan perjanjian tersebut, militer Israel telah ditarik dari wilayah konflik.
Perang yang pertama kali berkecamuk pada 8 Juli lalu ini telah menghancurkan ribuan rumah milik warga Palestina. Sebuah pembangkit listrik bahkan hancur akibat serangan brutal Israel.
Penduduk Palestina selama ini cukup menderita karena kekurangan air bersih dan tak adanya pasokan listrik.
Bahkan sebelum peperangan terakhir, penduduk Gaza tak bisa menikmati pasokan listrik selama 12 jam dalam sehari. Imbasnya rumah sakit, sekolah, pusat bisnis, dan pusat pengolahan air bersih tak bisa beroperasi. Selain kerugian fisik, lebih dari 1.800 warga Palestina tewas akibat serangan brutal tentara Israel. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya