Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham
Dream - Penarikan besar-besaran dana pemodal asing hingga lebih dari Rp 1 triliun telah menjatuhkan indeks bursa saham Indonesia ke zona merah. Akumulasi sentimen negatif internal serta koreksi bursa saham regional memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah.
Pada penutupan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur 50,86 poin (1%) ke level 5.058,22. Transaksi perdagangan saham kali ini cukup ramai dengan mencetak nilai Rp 9,75 triliun.
Gerak IHSG hari ini sepenuhnya berada di teritori negatif. IHSG hanya mampu mencetak level tertinggi 5.085,72 dan terendah 5.050,69. Sebanyak 100 emiten masih bisa bertahan di zona hijau sementara 219 harus memangkas harga sahamnya.
Sentimen negatif penarikan besar-besaran dana asing juga berimbas pada laju dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 1,83 poin (1,09%) ke level 166,51.
Koreksi harga saham dari 134 emiten syariah telah menahan gerak ISSI di zona merah. Sementara kenaikan harga saham dialami 61 emiten ISSI dan 43 lainnya tak mengalami perubahan.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 25,14 miliar dengan nilai mencapai Rp 3,23 triliun. Indeks ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di level 167,82.
Penurunan lebih tajam dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 9,27 poin (1,33 persen) ke level 687,87. Hanya tujuh emiten unggulan JII yang merangsek masuk zona hijau.
Koreksi IHSG di pertengahan pekan ini menjadi yang terendah kedua diantara jajaran indeks acuan utama bursa saham Asia. Indeks Nikkei Jepang kali ini mencetak coreksi 1,05 persen, diikuti Kospi Korea Selatan 0,27 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,26 persen.
Pelemahan juga terjadi di pasar keuangan domestik. Kurs rupiah pada perdagangan sore ini tercatat melemah 6 poin (0,05 persen) menjadi 11.696 per dolar AS. Pelemahan kali ini terbilang lebih baik dibandingkan sesi pagi yang sempat terpangkas 55 poin.
Emiten-emiten bluechips syariah yang mencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) adalah ITMG yang menguat Rp 600, diikuti AALI Rp 375, AKRA Rp 30, EXCL Rp 25, dan LSIP Rp 20 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya