Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menjawab pertanyaan Presiden Joko Widodo mengenai strategi peningkatan jumlah wisatawan, Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia Arif Wibowo menyatakan pihak Garuda akan melakukan ekspansi ke luar negeri, terutama ke Eropa.
Seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Arif memaparkan penerbangan ke Eropa akan ditingkatkan menjadi 5 kali sehari sehingga bisa mencapai 500 ribu kursi per harinya.
“ Kita akan tambah untuk negara negarà lain yang terdekat adalah 4 negara prioritas itu, ada Jerman dan Perancis, jadi minimal 4 kota. Tapi kita sedang pelajari wilayah Eropa Timur. Sedang kita kalkulasi masih memungkinkan atau tidak untuk menjadi pertimbangan kita, ada Warsowa, negara Balkan dan sebagainya,” jelasnya.
Arif berharap perusahaan pelat merah ini bisa meningkatkan jumlah kursinya untuk penerbangan internasional menjadi sekitar 7 juta tahun ini, dan tahun depan akan mendekati 10 juta. Tahun lalu, jumlah kursi penerbangan internasional Garuda mencapai 5 juta.
“ Jadi kita akan tumbuh untuk tahun ini dengan tambahnya pesawat ada 5 pesawat itu akan menopang pariwisata di Indonesia,” ujarnya.
Arif menambahkan Garuda Indonesia tahun ini bisa mendukung target kunjungan wisatawan dengan menyediakan sekitar 1 juta kursi untuk penerbangan di Asia, terutama di Singapura dan Bangkok sekitar 2,1 juta orang. Kemudian jumlah kursi ke Australia 950 ribu.
“ Jadi total kursi dari internasional ke Indonesia kita harapkan sekitar 6,2 juta,” paparnya.
Arif menyambut baik kebijakan pembebasan visa masuk yang ditingkatkan dari 30 negara menjadi 40 negara. Kebijakan ini, lanjutnya, akan mendorong wisatawan asing ke tanah air karena kemudahan proses tersebut.
“ Berarti meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di antara negara negara yang ingin berkunjung ke destinasi,” tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya