Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tan Sri Muhammad Ibrahim Mengundurkan Diri Dari Bank Negara Malaysia. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tan Sri Muhammad Ibrahim mundur dari jabatannya sebagai gubernur bank sentral Malaysia, Bank Negara Malaysia (BNM). Sosok pria berambut putih itu memutuskan mundur demi melindungi citra dan reputasi bank sentral.
Dilansir dari New Straits Times, Kamis 7 Juni 2018, Ibrahim mengatakan ada banyak pertanyaan jika dia tetap berada di BNM.
“ Saya siap untuk melepaskan jabatan jika tidak lagi memiliki kepercayaan dan dukungan yang kuat dari masyarakat. Saya tidak dapat terus begini jika itu mempengaruhi citra dan reputasi BNM,” kata dia.
Sekadar informasi, Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahathir Mohammad, mengkonfirmasi bahwa gubernur bank sentral telah mundur pada konferensi pers kemarin. Belum ada pengganti Ibrahim di Bank Negara Malaysia.
Dalam pesan perpisahan kepada stafnya, Ibrahim menegaskan BNM tak pernah terlibat dalam kegiatan politik, bahkan korupsi. Penegasan itu untuk menjawab kabar BNM terlibat dalam dana hasil penjualan tanah oleh pemerintah Malaysia sebesar 2 miliar ringgit (Rp6,9 triliun) yang masuk ke BNM.
Dana itu digunakan untuk membayar kewajiban 1 Malaysia Development Berhad (MDB) yang dililit utang.
Ibrahim berkata skandal ini tidak benar. Kabar tersebut membuatnya marah dan tertekan.
“ Persepsi pembelian tanah itu dilakukan untuk secara sengaja membantu dan bersekongkol dengan penyalahgunaan dana publik yang berkaitan dengan korupsi dan skandal seputar 1 MDB. Itu sama sekali tidak benar,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya