Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Keluhan Dubes Peter F Gontha Viral, Menhub Angkat Bicara

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 6 Juni 2018 12:42
Keluhan Dubes Peter F Gontha Viral, Menhub Angkat Bicara
Aturan pemerintah Indonesia dinilai terlalu kaku untuk perizinan penerbangan pesawat carter.

 

Dream - Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F. Gontha di akun Facebook menjadi viral. Dia menyebut, aturan pemerintah Indonesia terlalu kaku untuk perizinan penerbangan pesawat carter.

Peter mengatakan maskapai carter LOT Airlines terbang langsung dengan membawa 252 penumpang ke Denpasar selama 4-5 bulan ke depan. Namun, ketika pesawat itu kembali ke Warsawa, tak ada penumpang yang diangkut.

“ Peraturan RI mengatakan, kalau pesawat carter hanya boleh membawa dan memulangkan penumpang yang datang dan pergi naik carter. Jadi, pesawat carter juga kosong kembali ke Indonesia untuk menjemput turis kloter terakhir. Rugi lagi US$250 (ribu)-300 ribu (Rp3,46 miliar-Rp4,16 miliar). Padahal, mereka membawa ribuan turis ke Indonesia,” tulis Peter di akun Facebook.

 

Kata Menhub

Rencana ini rupanya disambut baik oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Menurut Menteri yang karib disapa BKS ini, rencana itu luar biasa. Apalagi bisa membawa turis dari Polandia langsung ke Indonesia. 

“ Saya mengapresiasi dan mendukung terkait rencana ini,” kata Budi Karya di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.

Selanjutnya, BKS segera berdiskusi internal Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan pihak-pihak lainnya.

“ Saya akan segera berdiskusi dengan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terkait rencana ini. Kami ingin penerbangan ini tidak hanya selamat tapi juga untuk memastikan penerbangan tersebut sesuai aturan perundangan yang berlaku. Aturan jangan dilanggar," kata mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero).

BKS menyampaikan, aturan perundangan tentang penerbangan yang berlaku di Indonesia wajib ditegakkan. Sebab, hal ini berkaitan dengan membawa orang asing masuk ke Indonesia.

“ Saya sangat mendukung rencana ini, tapi ini harus kita lihat lagi jangan sampai kita melanggar aturan yang berlaku, ini menyangkut kedaulatan negara kita,” kata dia. (ism)

Beri Komentar