Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasar Fesyen Muslim Dunia Mulai Menggeliat (www.jakartaislamicfashionweek.co.id)
Industri fesyen muslim terus menggeliat. Dan tidak hanya marak di negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim, di negara lain juga disambut hangat. Size bisnis fashion muslim ini juga terus tumbuh. Bahkan sudah triliunan.
Sebuah institut fesyen di Timur Tengah, French Fashion University Esmod Dubai, merilis data mencengangkan. Pada empat tahun lalu, omzet bisnis fesyen muslim dunia diperkirakan lebih dari US$96 miliar. Kalau dirupiahkan kira-kira jumlahnya seribu triliun lebih.
Hitung-hitungan institut itu berdasarkan data matematis. Mereka berasumsi bahwa 50 persen dari seluruh umat muslim sejagat, yang jumlahnya sekitar 1,6 miliar, masing-masing mengeluarkan US$ 120 atau sekitar Rp 1,3 juta setahun untuk membeli busana muslim.
“ Kita dapat melihat gaya dunia Arab terus mempengaruhi fesyen di jalanan Eropa, yang memberikan bukti potensi bangkitnya bisnis ini,” kata direktur dan pendiri Esmod Dubai Tamara Hostal dikutip Gulf News.

Fajar Embun (Vemale.com)
Laporan State of the Global Islamic Economy 2013 menyebut omzet bisnis fesyen muslim jauh lebih besar dari yang dipekirakan French Fashion University Esmod Dubai. Tahun 2012 saja jumlahnya mencapai US$ 224 miliar atau Rp 2.559 triliun. Dua kali lipat dari omzet 2010.
Dalam laporan yang dimuat laman Albawaba ini, diprediksi jumlah itu akan terus meningkat. Omzet bisnis fesyen muslim dunia pada 2018 diprediksi mencapai US$ 322 miliar atau sekitar Rp 3.679 triliun.
Ada sejumlah faktor yang memekarkan bisnis fesyen muslim. Antara lain pertumbuhan dan ekspansi kaum muslim kelas menengah di masyarakat Barat. Semakin lama, semakin banyak muslim yang sadar fesyen. Baik laki-laki maupun perempuan.
Tak sekedar memakai, para muslim yang berpendidikan bahkan mendalami bisnis fesyen. Unsur-unsur modern dipadu dengan sentuhan tradisi Islam. Jadilah fesyen muslim itu sebuah mode modern.

Sumber foto: jakartaislamicfashionweek.co.id
Fesyen muslim kini jauh dari stigma puritan. Lihat saja, mode-mode muslim telah banyak diperagakan di atas catwalk kelas dunia. Muslim fashion week sudah diselenggarakan rutin. Tak hanya di Timur Tengah. Melainkan juga kota-kota besar di Eropa melalui ‘Arab Fashion World’.
Di Amerika Serikat digelar pameran busana muslim seperti di Los Angeles, New York, Miami, Chicago, dan Texas. “ Disainer kelas atas se[erti Hermes dan Gucci juga mencoba masuk ke pasar muslim dengan hijab dan prosuk lainnya,” tutur Tamara.
Pasar Potensial
Pasar untuk fesyen muslim memang menggiurkan. Sejumlah negara tercatat menjadi pasar potensial dengan konsumen fesyen muslim sangat besar.
Berdasar data tahun 2012, Turki menjadi negara dengan tingkat konsumsi fesyen muslim terbesar. Nilainya sekitar US$ 25 miliar. Diikuti oleh Iran US$ 21 miliar, Indonesia US$ 17 miliar, Mesir US$ 16 miliar, Saudi Arabia US$ 15 miliar, dan Pakistan US$ 14 miliar.

Zainab Abdul Nabi tampil berhijab di acara Oscar (Foto: www.ummid.com)
Sementara di negara-negara Eropa Barat--seperti Jerman, Prancis, Inggris--dan Amerika Utara, diperkirakan bisnis fesyen muslim meraup US$ 21 miliar. Ini merupakan segmen yang besar dengan model busana yang relatif homogen.
Meski demikian, secara keseluruhan konsumen pasar fesyen muslim secara keseluruhan masih kalah dari AS, negara yang menjadi pasar fesyen terbesar di dunia. Konsumen AS tercatat mengeluarkan US$ 494 miliar per tahun untuk fesyen.
Pesatnya industri fesyen muslim juga bukan tanpa tantangan. Bisnis ini hanya menyasar konsumen muslim. Sehingga tantangannya adalah menembus fragmentasi budaya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya