Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gedung-gedung pencakar langit menjadi simbol kemakmuran yang kasatmata di Jazirah Arab. Dan itu seolah menjanjikan harapan baru. Ternyata dibalik kemilau itu, muncul keresahan di hati generasi mudanya. Sebuah survey Arab Youth Survey 2014yang diperoleh Dream.co.id, menyebut generasi muda Arab tengah gelisah terhadap dua isu besar. Masalah melonjaknya biaya hidup serta pengangguran, menjadi inti hasil survey dari ASDA'A Burson-Marsteller¸sebuah lembaga survey dan public relation di Timur Tengah itu.
Survei kali ini melibatkan generasi muda dari 16 negara teluk. Mereka lakukan dengan tatap muka pada 3.500 orang. Usia sample di kisaran 18-24 tahun dengan porsi berimbang antara pemuda dan pemudi.

Seluruh pemuda dari berbagai negara teluk sepakat persoalan tingginya biaya hidup adalah masalah serius. Hanya empat persen yang menganggap biaya hidup bukan masalah serius. Generasi muda Bahrain dan Maroko yang mengaku paling gelisah dengan persoalan itu. Soal pengangguran, lebih separuh muda-mudi arab yang menganggap sebagai masalah paling mengerikan. Mereka takut ketersediaan lapangan kerja tidak akan cukup memenuhi kebutuhan mereka. Pemuda Mesir, Aljazair, Yordania, Irak, Libya, dan Tunisia yang paling khawatir dengan isu ini. Beda dengan generasi muda di negara Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Mereka yakin masih banyak tempat dalam bursa lapangan kerja. Maklum, pusat pertumbuhan ekonomi negara Arab memang tengah berada di kawasan ini.
Sebuah hasil survey yang menggembirakan bahwa generasi muda Arab perlahan mulai melihat entrepreneur sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan.
Pemuda Arab menilai keputusan memulai bisnis baru lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Jumlah ini mencapai 67 persen. Profesi sebagai pegawai negeri mulai dijauhi. Kurang dari separuh yang masih berharap masa depannya pada pemerintahan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya