Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peran negara-negara muslim di kancah ekonomi nasional tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Meski sebagian masih bergantung pada sektor minyak dan gas, negara muslim pelan-pelan mulai bertransformasi pada sektor lain.
Dengan memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) besar, negara muslim sadar peran mereka akan diperhitungkan di kancah internasional. Data dari Organization Islamic Cooperation (OIC) mencatat PDB berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 57 negara muslim mencapai US$ 7,74 triliun.
Sebagai informasi, PDB merupakan cara perhitungan total pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi dalam kegiatan proses produksi di suatu negara selama satu periode.
Negara-negara Teluk yang kaya cadangan Migas memang masih mendominasi daftar negara muslim terkaya dunia. Namun bukan berarti, negara miskin Migas tak mampu unjuk gigi.
Berikut adalah 10 negara-negara muslim terkaya dunia mengutip data estimasi PDB per kapita (PPP) dari laporan CIA:
© Dream
Qatar
PDB per kapita (PPP): US$ 102.100 (estimasi 2013)
PDB: US$ 198,7 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 2,12 juta (estimasi Juli 2014)
Penduduk Qatar semakin sejahtera dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya pertumbuhan PDB. Krisis keuangan yang melanda dunia membuat otoritas berwenang menawarkan upaya perlindungan bagi sektor perbankan dengan investasi langsung pada bank domestik.
PDB Qatar selama ini diperoleh dari perubahan harga minyak dunia dan investasi di sektor energi. Kebijakan ekonomi pemerintah Qatar diarahkan pada sektor non Migas dan meningkatkan investasi diluar energi.
© Dream
Brunei Darussalam
PDB per kapita (PPP): US$ 54.800 (estimasi 2013)
PDB: US$ 22,25 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 442.675 (estimasi Juli 2014)
Negara kecil di Asia Tenggara ini menggantungkan pertumbuhannya pada sektor Migas. Produksi Migas mencapai 60% dari PDB dan 90% diantaranya ditujukan untuk pasar ekspor.
Penduduk Brunei mendapatkan berbagai layanan mulai dari fasilitas kesehatan hingga sekolah gratis sampai tingkat universitas.
© Dream
Kuwait
PDB per kapita (PPP): US$ 42.100 (estimasi 2013)
PDB: US$ 165,8 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 2,74 juta (estimasi Juli 2014)
Kuwait merupakan negara kecil nan kaya berkat cadangan Migas yang mencapai 102 miliar barel atau skeitar 60% dari cadangan dunia. Cadangan Migas mencapai lebih dari separuh PDB dimana 95% pendapatan pemerintah berasal dari ekspor minyak.
Hingga 2020, Kuwait telah menargetkan produksi Migas hingga 4 juta barel. Sayangnya, stagnanya harga migas membuat ekonomi Kuwait selama 2013 melambat.
© Dream
Arab Saudi
PDB per kapita (PPP): US$ 31.300 (estimasi 2013)
PDB: US$ 927,8 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 27,34 juta (estimasi Juli 2014)
Arab Saudi merupakan negara berbasis ekonomi dengan kontrol pemerintah pada aktivitas sektor ekonomi yang sangat tinggi. Dengan menguasai 16% cadangan minyak dunia, Arab Saudi berada di peringkat teratas sebagai eksportir terbesar dunia.
Kontribusi Migas bagi pendapatan negara mencapai 80% atau 45% dari PDB, dan 90% nilai ekspor. Kini Saudi tengah berjuang keras mengangkat pertumbuhan dari sektor privat dalam upaya diversifikasi ekonomi. Pemerintah juga berupaya lebih banyak membuka pekerjaan bagi warga Saudi.
© Dream
Uni Emirat Arab (UEA)
PDB per kapita (PPP): US$ 29.900 (estimasi 2013)
PDB: US$ 269,8 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 5,62 juta (estimasi Juli 2014)
Ekonomi UEA yang lebih terbuka membuat negara ini mencicipi pendapatan per kapita yang meningkat dengan neraca perdagangan makin besar. Diversifikasi ekonomi sukses mengurangi ketergantungan UEA pada sektor Migas hingga tersisa 25%.
Sejak penemuan ladang Migas pada 30 tahun lalu, negara ini telah bertransformasi dari kawasan lawas menjadi negara modern dengan standar hidup tinggi. Pemerintah terus menggenjot pengeluaran untuk penciptaan lapangan kerja dan ekspansi infrastruktur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya