Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

10 Negara Muslim Terkaya Dunia (Seri I)

Reporter : Editor Dream.co.id
Kamis, 3 April 2014 20:57
10 Negara Muslim Terkaya Dunia (Seri I)
Tak hanya negara kaya minyak, kini negara diluar Teluk juga mampu unjuk gigi

Peran negara-negara muslim di kancah ekonomi nasional tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Meski sebagian masih bergantung pada sektor minyak dan gas, negara muslim pelan-pelan mulai bertransformasi pada sektor lain.

Dengan memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) besar, negara muslim sadar peran mereka akan diperhitungkan di kancah internasional. Data dari Organization Islamic Cooperation (OIC) mencatat PDB berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 57 negara muslim mencapai US$ 7,74 triliun.

Sebagai informasi, PDB merupakan cara perhitungan total pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi dalam kegiatan proses produksi di suatu negara selama satu periode.

Negara-negara Teluk yang kaya cadangan Migas memang masih mendominasi daftar negara muslim terkaya dunia. Namun bukan berarti, negara miskin Migas tak mampu unjuk gigi.

Berikut adalah 10 negara-negara muslim terkaya dunia mengutip data estimasi PDB per kapita (PPP) dari laporan CIA:

1 dari 5 halaman

Qatar

Qatar © Dream

Qatar

PDB per kapita (PPP): US$ 102.100 (estimasi 2013)
PDB: US$ 198,7 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 2,12 juta (estimasi Juli 2014)

Penduduk Qatar semakin sejahtera dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya pertumbuhan PDB. Krisis keuangan yang melanda dunia membuat otoritas berwenang menawarkan upaya perlindungan bagi sektor perbankan dengan investasi langsung pada bank domestik.

PDB Qatar selama ini diperoleh dari perubahan harga minyak dunia dan investasi di sektor energi. Kebijakan ekonomi pemerintah Qatar diarahkan pada sektor non Migas dan meningkatkan investasi diluar energi.

2 dari 5 halaman

Brunei Darussalam

Brunei Darussalam © Dream

Brunei Darussalam

PDB per kapita (PPP): US$ 54.800 (estimasi 2013)
PDB: US$ 22,25 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 442.675 (estimasi Juli 2014)

Negara kecil di Asia Tenggara ini menggantungkan pertumbuhannya pada sektor Migas. Produksi Migas mencapai 60% dari PDB dan 90% diantaranya ditujukan untuk pasar ekspor.

Penduduk Brunei mendapatkan berbagai layanan mulai dari fasilitas kesehatan hingga sekolah gratis sampai tingkat universitas.

3 dari 5 halaman

Kuwait

Kuwait © Dream

Kuwait

PDB per kapita (PPP): US$ 42.100 (estimasi 2013)
PDB: US$ 165,8 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 2,74 juta (estimasi Juli 2014)

Kuwait merupakan negara kecil nan kaya berkat cadangan Migas yang mencapai 102 miliar barel atau skeitar 60% dari cadangan dunia. Cadangan Migas mencapai lebih dari separuh PDB dimana 95% pendapatan pemerintah berasal dari ekspor minyak.

Hingga 2020, Kuwait telah menargetkan produksi Migas hingga 4 juta barel. Sayangnya, stagnanya harga migas membuat ekonomi Kuwait selama 2013 melambat.

4 dari 5 halaman

Arab Saudi

Arab Saudi © Dream

Arab Saudi

PDB per kapita (PPP): US$ 31.300 (estimasi 2013)
PDB: US$ 927,8 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 27,34 juta (estimasi Juli 2014)

Arab Saudi merupakan negara berbasis ekonomi dengan kontrol pemerintah pada aktivitas sektor ekonomi yang sangat tinggi. Dengan menguasai 16% cadangan minyak dunia, Arab Saudi berada di peringkat teratas sebagai eksportir terbesar dunia.

Kontribusi Migas bagi pendapatan negara mencapai 80% atau 45% dari PDB, dan 90% nilai ekspor. Kini Saudi tengah berjuang keras mengangkat pertumbuhan dari sektor privat dalam upaya diversifikasi ekonomi. Pemerintah juga berupaya lebih banyak membuka pekerjaan bagi warga Saudi.

5 dari 5 halaman

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab © Dream

Uni Emirat Arab (UEA)

PDB per kapita (PPP): US$ 29.900 (estimasi 2013)
PDB: US$ 269,8 miliar (estimasi 2013)
Jumlah penduduk: 5,62 juta (estimasi Juli 2014)

Ekonomi UEA yang lebih terbuka membuat negara ini mencicipi pendapatan per kapita yang meningkat dengan neraca perdagangan makin besar. Diversifikasi ekonomi sukses mengurangi ketergantungan UEA pada sektor Migas hingga tersisa 25%.

Sejak penemuan ladang Migas pada 30 tahun lalu, negara ini telah bertransformasi dari kawasan lawas menjadi negara modern dengan standar hidup tinggi. Pemerintah terus menggenjot pengeluaran untuk penciptaan lapangan kerja dan ekspansi infrastruktur.

Beri Komentar