Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Hadapi Pandemi Covid-19, Pengusaha Diminta Pasang Kuda-Kuda

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 November 2020 16:12
Hadapi Pandemi Covid-19, Pengusaha Diminta Pasang Kuda-Kuda
Pandemi ini memang tak main-main dampaknya terhadap perekonomian.

Dream – Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 menghantam perekonomian dari berbagai penjuru, yang paling terdampak adalah pengusaha UMKM. Pengusaha pun harus putar otak agar bisnisnya tetap bertahan. Jika tidak, bisa gulung tikar.

“ Pengusaha harus survive, cari cara apakah diversifikasi atau intensifikasi,” kata Investment Senator WBAF G-20, Muliandy Nasution, dalam Live Streaming “ Pergeseran Kebiasaan Bertransaksi dalam Masa Pandemi” yang disiarkan oleh akun Youtube BNPB Indonesia, Selasa 3 November 2020.

Pria yang akrab dipanggil Andy itu tak memungkiri ada pergeseran bisnis. Pandemi Covid-19, tambah dia, telah melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang di antaranya merupakan karyawan yang telah dipecat.

Segmen bisnisnya pun berubah, dari yang melayani sektor korporasi, kini, pengusaha masuk ke sektor consumer. Bahkan, produk yang dijual pun bisa berganti saat pandemi, seperti pengusaha yang melayani bisnis fesyen, kini beralih memproduksi masker.

“ Pengusaha dituntut lebih kreatif dan lebih bisa beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Pasang kuda-kuda,” kata dia.

Dia juga meminta pengusaha untuk melihat kebiasaan masyarakat dalam new normal dan menangkap peluang bisnis yang bisa didapatkan dari sana. “ Lihat kebiasaan masyarakat selama new normal bagaimana dan tangkap peluang bisnisnya,” kata Andy.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Kiat Pengusaha Hotel Bertahap Hidup di Masa Pandemi Covid-19

Dream - Pandemik Covid-19 memukul hampir seluruh industri di Indonesia. Berkurangnya aktivitas jual beli dan keputusan untuk menyimpan uang membuat pelaku usaha harus mencari berbagai cara untuk bertahan di tengah tekanan ini.

Salah satu sektor industri yang terpukul cukup dalam itu adalah usaha pariwisata khususnya perhotelan.

Sona Maesana, pengiat usaha di industri perhotelan mengakui pandemi Covid-19 telah memukul bisnis hotel dengan sangat cepat dan kemungkinan membutuhkan waktu lama untuk kembali pulih.

 

Kebijakan pemerintah daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 secara tak langsung ikut memukul bisnis hotel. . Dengan dibatasinya pergerakan manusia tersebut, aktivitas pariwisata mengalami terjun bebas.

" Meeting, wedding dll juga terbatas. Revenue turunnya juga lumayan terjun. Ini dampak paling utama. (Revenue) Turun bisa di atas 70%. Occupancy city sebagai acuan normal 50-60%, saat pandemi covid awal-awal bisa ada momen di bawah 10%. Jadi sangat terdampak,” terang Sona, Direktur The Sunan Hotel Solo dalam virtual konferensi pers, Selasa 20 Oktober 2020.

2 dari 4 halaman

Event Virtual Jadi Cara Bertahan

Menjaga bisnis perhotelan tetap bertahan di tengah pandemi bukanlah pekerjaan yang mudah. Semua usaha dan kiat harus dilakukan dengan cermat. Pengelola harus memanfaatkan berbagai cara sekaligus memaksimalkannya.

Salah satunya strategi bisnis yang makin marak dilakukan pengelola hotel adalah memanfaatkan kanal digital dengan menggelar seminar atau workshop digital.

Upaya menjalankan roda bisnis dan menjaga occupacy rate tetap tinggi juga tetap dilakukan dengan menggelar kegiatan di ruang serba guna dalam keterbatasan. Ini terlihat dari pangsa pasar acara pernikahan yang masih memiliki permintaan cukup tinggi namun digelar dalam skala lebih kecil. 

" Kami mencoba virtual wedding dan menjadikan itu sebagai proyek percontohan di Solo. Lalu ada acara Pilkada, kami dipercaya pemerintah Solo untuk menggelar acara debat tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat," ujar Sona.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Teknologi Jadi Tulang Punggung Bisnis

Di sisi lain, CEO Amithya Hotel Indonesia, Rucita Permatasari mengaku industri perhotelan menjadi bisnis yang mengalami pukulan paling telak kala pandemi Covid-19 menyerang.

Untuk membangkitkan industri pariwisata dan perhotelan, Rucita sigap memberdayakana kanal digital dan bersandar pada kecanggihan teknologi.

" Sangat mengggunakan bantuan sosial media secara kreatif unuk meningkatkan pariwisata," terangnya.

 

 

4 dari 4 halaman

Giat Jalin Kerja Sama

Kesadaran bahwa Indonesia memiliki banyak destinasi wisata pilihan, dan Bali menjadi salah satu destinasi wisata paling digandrungi di Asia.

Rucita giat menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait dari beberapa negara, seperti Jepang, Malaysia, Inggris sampai Nepal untuk bersama-sama bertahan dan bangkit dari pukulan pandemi Covid-19.

“ Di masa pandemi ini kesempatan kita untuk memberikan lebih baik lagi, dan menunjukkan manajemen perhotelan kita tidak kalah dengan negara lain,” tandasnya.(Sah)

Beri Komentar