Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Peringatan bagi para pemilik telepon seluler (Ponsel). Hati-hatilah dengan nomor ponsel Anda karena para peretas atau hacker kini mulai berulah dengan meretas rekening bank.
Laporan dari Kaspersky Labs dengan Interpol menemukan sekitar 60 persen dari program berbahaya, yang menyasar pengguna Android selama Agustus 2013 hingga Juli 2014.
Program ini sengaja dirancang untuk mencuri uang atau data-data bank. Fokus penelitian kal ini memang sengaja menyasar perangkat android yang menguasai 85 persen pasar ponsel dunia dan 98 persen malware mobile.
Seperti operasional online lainnya, peretas memang mulai banyak beralih ke perangkat mobile. Alasannya, makin banyak pengguna yang mengakses internet melalui perangkat ponsel.
Hasil survei pengguna Kaspersky menemukan lebih dari 588 ribu pengguna Android seluruh dunia menghadapi `virus` malware keuangan. Meningkat 6 kali lipat dari 12 bulan sebelumnya.
" Sangat mudah dimengerti mengapa kriminal siber menciptakan beragam program berbahaya dengan target perangkat Android," ungkap laporan tersebut seperti dikutip dari laman Emirates247, Jumat, 24 Oktober 2014.
Temuan Kaspersky menunjukan korban terbesar serangan malware pengguna Android ini ditemukan di Rusia. Disusul Ukraina, Spanyol, Inggris, Vietnam, Malaysia, Jerman, India, dan Perancis.
Selama periode 12 bulan terakhir, para pengguna melaporkan telah mendeteksi 3,4 juta serangan malware. Serangan selama rentang satu bulan bahkan meningkat 10 kali lipat sepanjang Agustus 2013-Maret 2014.
Ancaman terbesar serangan malware datang dari Trojak-Banker dan Trojan SMS yang bisa membuka akses hacker pada rekening bank. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya