Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (www.merdeka.com)
Dream - Laju indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) fluktuatif di awal perdagangan jelang libur akhir pekan. Dibuka melemah di sesi pembukaan, indeks sempat berulang kali keluar masuk zona hijau.
Namun sentimen negatif dari melemahnya bursa regional membuat pelaku pasar semakin hati-hati. Alhasil indeks saham acuan banyak yang berjatuhan ke zona merah.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 5,22 poin (0,1%) ke level 5.098,29.
Di sesi pemanasan ini, sebanyak 20 emiten bergerak menguat dan 11 lainnya melemah. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 38,76 miliar dari 90,067 lembar saham yang diperdagangkan. Pemodal asing kembali melakukan aksi jual saham dengan nilai Rp 9,09 miliar
Geliat IHSG mulai terlihat di sesi pembukaan. Meski meski kembali dibuka di zona hijau, namun penurunan IHSG sedikit lebih baik. Indeks turun 3,64 poin (0,07%) ke level 5.099,87
Tak butuh waktu lama bagi IHSG menembus zona hijau. Bahkan indeks sempat mencapai level tertinggi di 5.107,26. Sayang, hawa negatif dari luar negeri kembali membawa IHSG ke zona merah.
Sektor keuangan menjadi motor penggerak IHSG ke zona hijau. Diikuti emiten komoditas seperti pertambangan dan perkebunan.
Pembukaan di zona negatif juga dialami dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,24 poin (0,15%) ke level 163,53 pada sesi pra pembukaan.
Turunnnya harga saham dari 15 emiten syariah telah cukup menyeret ISSI ke wilayah negatif. Kenaikan yang dialami 7 emiten ISSI belum cukup mengangkatnya ke zona hijau.
Di sesi pembukaan, ISSI kembali turun 0,20 poin (0,13%) ke level 163,56. Transaksi perdagangan saham mencapai 70.608 dengan nilai Rp 20,70 miliar
Laju pelemahan juga melanda saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 1,26 poin (0,19%) ke level 669,80.
Pelaku pasar memperjualbelikan sebanyak 54.330 saham dengan nilai Rp 18,70 miliar.
Di sesi pembukaan, JII juga belum bisa unjuk gigi. Indeks JII masih melemah 1,24 poin (0,19%) ke level 669,82.
Dari kawasan regional, dominasi pelemahan indeks saham melanda hampir sebagian bursa saham. Beruntung, Nikkei Jepang dan Shanghai Composite masih bisa bergerak naik masing-masing 1,04 persen dan 0,23 persen. Sebetulnya, indeks saham sebagian dibuka di zona hijau.
Sementara Hang Seng Hong Kong dan Strait Times Singapura saat ini bergerak melemah masing-masing 0,2 persen dan 0,42 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya