Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Para pemodal di Republik Cyprus ingin mendirikan pusat keuangan Islam guna memacu perekonomian yang dalam 3 tahun terakhir tidak menunjukkan pertumbuhan. Demikian ditulis ekathimerini.com, Kamis, 23 Oktober 2014.
The Cyprus Investment Funds Association (CIFSA) meminta pemerintah untuk menerbitkan sukuk atau obligasi syariah guna menarik investasi dari Timur Tengah. Hal ini disampaikan Presiden CIFSA Angelos Gregoriades.
Bursa Efek Cyprus (CSE) ingin mendorong pencatatan obligasi syariah melihat besarnya potensi dalam sistem ini mengingat Cyprus mampu menjadi pintu gerbang ke Uni Eropa bagi investor Muslim.
Pulau yang terdiri dari sekurangnya 18% penduduk Muslim ini diminta pihak Uni Eropa untuk mengatasi rasio kredit yang buruk yang mencapai 45% sehingga terpaksa di-bailout Dana Moneter Internasional (IMF) pada Maret lalu.
Untuk itu, Cyprus akan mengikuti jejak negara non-Muslim lain yang juga menjual sukuk seperti Inggris. Dengan banyaknya negara yang mengembangkan industri keuangan Islam, maka secara global, Ernst& Young memperkirakan industri ini akan memiliki aset mencapai US$ 3,4 triliun pada tahun 2018.
" Keuangan Islam dianggap sebagai sumber alternatif yang kredibel dan tahan terhadap krisis. Tujuan CSE untuk mengembangkan produk baru di pasat adalah membantu Cyprus mengatasi situasi ekonomi yang saat ini sulit dan penuh tantangan," ujar pihak bursa.
Meski negara kecil, tetapi Cyprus merupakan negara yang masih bergejolak. Ketika masih merupakan jajahan Britania Raya, Cyprus akan diberikan kepada Yunani. Tetapi minoritas Turki menolak. Akhirnya kompromi disepakati dan pada tahun 1959 maka didirikan negara Cyprus merdeka.
Namun, kedua belah pihak tidak puas dan akhirnya pada tahun 1974 sebuah kelompok yang menginginkan persatuan dengan Yunani mengadakan kudeta yang dibalas dengan invasi Turki. Semenjak itu Turki menduduki wilayah utara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya