Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Di Negara Ini Dilarang Beri Tip kepada Pelayan

Reporter : Ramdania
Kamis, 23 Oktober 2014 11:02
Di Negara Ini Dilarang Beri Tip kepada Pelayan
Beda negara, beda kebiasaan, beda aturan. Salah satunya dalam pemberian tip. Meski dengan niat baik, ada negara yang menilai pemberian tip justru merupakan tindakan pelecehan atau pelanggaran hukum.

Dream - Ada negara yang menyarankan pemberian tip kepada pelayan, tetapi ada juga negara yang justru melarangnya. Dalam situs wisata Wigo yang dikutip dari Emirates 247, Kamis, 23 Oktober 2014 disebutkan beberapa negara yang melarang pemberian tip kepada pelayan.

Seperti Argentina, para pelayan di negara ini tidak mengharapkan tip dari pengunjung. Justru pemberian tip akan menyeret Anda pada masalah hukum.

" Di Argentina, tip itu ilegal. Namun, jika ada orang asing yang tidak sengaja memberikan tip maka diperbolehkan," ujar Kepala Pemasaran Wego, Joachim Holte.

" Di AS, penerima upah rendah dalam industri jasa masih bergantung pada pemberian tip sebagai pendapatan tambahan, tetapi di Rumania dan Jepang, pemberian tip dianggap tindakan merendahkan," tambahnya.

Sementara itu di Uni Emirat Arab, Anda justru harus memberikan tip di mana pun, seperti pelayan restoran hotel, dan pekerjaan jasa lainnya. Hal ini serupa dengan negara Amerika Serikat, Kanada, Qatar, Mesir, dan Meksiko.

Dalam aturan umum, pemberian tip ini merupakan bentuk apresiasi kepada pekerja restoran, seperti di negara Austria, Brazil, Chili, Irlandia, Belanda, Rusia, Afrika Selatan dan Turki.

Namun di Fiji, Malaysia, dan Korea Selatan, tip di restoran tidak diperlukan.

Anda perlu memperhatikan apakah ada biaya tambahan dalam tagihan Anda. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui apakah pemberian tip diperlukan atau tidak sehingga Anda bisa memilih akan meninggalkan sejumlah uang kecil di atas meja atau tidak.

Selain di Argentina, pemberian tip juga dianggap tindakan yang merendahkan di negara Oman, Yaman, dan Jepang. Sedangkan di Perancis, pemberian tip sudah dimasukkan dalam tagihan pembayaran.

" Terkadang banyak wisatawan lupa mempelajari kebiasaan di negara yang akan dikunjunginya. Padahal ini sangat penting guna menghindari biaya yang terlalu besar," tambahnya.

" Selalu ada kebijakan yang berbeda di tiap negara yang harus dipelajari. Misalnya, di Inggris, tip di restoran diperbolehkan, tetapi tip saat minum-minum di bar justru dilarang," jelasnya.

Secara umum, suatu hal yang wajar memberikan tip kepada pengangkat barang di hotel. Sementara, di Selandia Baru dan Chile, tidak diperkenankan memberikan tip kepada supir taksi.

" Tampaknya tradisi pemberian tip berkembang di seluruh dunia. Di Australia dan Selandia baru sebenarnya tidak ada kebiasaan pemberian tip. Namun, banyaknya turis yang 'menularkan' tradisi tersebut memberikan pengharapan bagi para pelayan," paparnya.

" Sebenarnya Anda tidak perlu memberikan tip jika Anda tidak meminta pelayanan tambahan sehingga para pelayan menyediakan waktu tambahan untuk memenuhi pesanan Anda," ujar Holte menyimpulkan.

Beri Komentar