Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan jelang akhir pekan di zona hijau. Melemahnya bursa regional serta aksi jual investor asing memicu koreksi tersebut.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 30,45 poin (0,6%) ke level 5.073,06.
Turunnya harga saham dari 203 emiten telah membawa IHSG masuk zona merah. Beruntung masih ada kenaikan harga saham dari 94 emiten yang menahan laju pelemahan lebih dalam.
Pelaku pasar melakukan transaksi jual beli terhadap 37,79 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 4,55 triliun.
Pemodal asing yang beberapa hari terakhir melakukan aksi jual minim, kini justru jor-joran melepas sahamnya. Nett sell asing kali ini mencetak angka Rp 351 miliar.
Emiten di sektor perkebunan menjadi satu-satunya indeks saham acuan yang bergerak menguat sebesar 1,58 persen. Emiten perdagangan dan industri aneka kini memimpin pelemahan dengan koreksi 2,1 persen dan 1,16 persen.
Tak adanya sentimen positif di lantai bursa juga melongsorkan dua indeks saham syariah di bursa saham Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini dututup melemah 1,06 poin (0,65%) ke level 162,71. Pagi tadi, indeks ISSI dibuka dibuka melemah 0,24 poin (0,15%) ke level 163,53.
Pelemahan kali ini didorong turunnya harga saham dari 130 emiten syariah. Sisanya bergerak di zona hijau sebanyak 57 emiten dan 42 lainnya stagnan.
Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 27,42 juta saham dengan nilai mencapai Rp 3,09 triliun.
ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangannya di zona merah. Posis tertinggi ISSI hanya bisa menembus angka 163,67 sementara terendah di 162,26.
Hal yang sama dialami saham-saham bluechips syariah yang diwarnai aksi jual. Turunnya harga saham dari 11 emiten unggulan syariah membawa Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 4,66 poin (0,7%) ke level 666,40.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga menghabiskan perdagangan di zona merah. Posisi tertinggi JII berada di level 670,28 sementara terendah di 663,71.
Dari kawasan regional, selain Nikkei Jepang yang menguat 1,01 persen, seluruh indeks saham utama Asia menutup perdagangan di zona merah.
Indeks Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea Selatan tercatat melemah 0,13 persen dan 0,31 persen.
Pasar keuangan juga dilanda depresiasi pada sejumlah mata uang utama. Rupiah yang sempat dibuka menguat, kini justru terkoreksi tipis 3 poin (0,02%) menjadi 12.065 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya