Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pedagang Kurma
Dream - Tradisi oleh-oleh para jamaah haji menjadi momen panen untung bagi para pebisnis lokal. Dari sejumlah produk khas Arab Saudi, kurma menjadi salah satu barang yang wajib dibeli para jamaah haji dari seluruh dunia.
Dari sekian jenis yang dipasarkan, kurma ajwa merupakan favorit para jamaah haji. Hampir semua toko kurma di Jeddah, Mekah dan Madinah dipenuhi jamaah haji yang belanja kurma Ajwa.
Di musim haji kali ini, jamaah haji harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli kurma Nabi ini. Maklum, harga kurma Ajwa saat ini naik 25 persen menyusul berkurangnya tenaga pemanen kurma di sejumlah daerah pemasok, khususnya Madinah.
Usut punya usut, minimnya tenaga pemanen kurma ternyata imbas dari kebijaksanaan pemerintah soal tenaga kerja non-Saudi. Sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja Saudi mengeluarkan aturan soal tenaga kerja baik di perkebunan kurma dan di toko kurma di seluruh negeri.
Sementara jumlah pegawai toko kurma juga berkurang sehingga berdampak pada penjualan toko-toko kurma di Jeddah, Mekah dan Madinah.
" Petani di Madinah mengeluhkan tentang kekurangan tenaga kerja di daerah, serta prosedur yang ketat untuk merekrut tenaga kerja asing sementara untuk bekerja di perkebunan kurma. Kebijakan soal tenaga kerja baru berpengaruh secara signifikan terhadap pasokan kurma," kata pedagang di Jeddah.
Akibatnya, kebijakan ketat ini telah menaikkan biaya pengoperasian toko, termasuk meningkatnya biaya lainnya di pasar kurma.
Pedagang kurma juga mengatakan baru-baru ini tim inspeksi dari pemerintah melakukan sidak ke toko yang menjual kurma di bawah standar. Mereka mengancam akan memberikan hukuman kepada pedagang yang menipu pembelinya, terutama jamaah haji.
Sejarah kurma Ajwa dapat ditelusuri ke belakang hingga 5000 tahun sebelum masehi. Kurma ini adalah dari jenis Tibwi Nabi karena dipakai Nabi Muhammad sebagai obat. Dalam salah satu hadits, Rasulullah pernah berkata, " Seseorang yang makan tujuh kurma Ajwa pada pagi hari maka dia akan mendapat lindungan Allah dari setan dan dari racun sepanjang hari."
Kurma Ajwa juga dipercaya dapat menolak ilmu hitam, terutama bagi wanita. Karena itulah, banyak jamaah haji sering memberikan kurma Ajwa sebagai hadiah kepada orang yang sakit.
Seperti kurma lainnya, kurma Ajwa harus disimpan dalam freezer agar khasiat dan rasanya terjaga. Namun banyak pedagang yang menjual kurma Ajwa di udara terbuka sehingga mengurangi rasa dan nilai ekonominya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya