Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IPhone 7.
Dream – Sebuah iklan pop up di Singapura marak diperbincangkan di kalangan warga Singapura. Iklan ini menawarkan sebuah unit iPhone 7 yang dibanderol dengan harga yang sangat miring.
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis 17 November 2016, harga iPhone 7 itu dilepas dengan harga 1 dolar Singapura atau Rp9.476 per unit. Harga ini tentu sangat jauh dibandingkan dengan harga asli iPhone 7 yang mencapai US$897 atau Rp11,64 juta di Singapura.
Bunyi iklan pop up ini, “ Jika tinggal di Singapura, Anda bisa membeli iPhone 7 dengan harga 1 dolar Singapura.”
Rupanya, iklan ini…
© Dream
Kepolisian Singapura menyebut iklan tersebut adalah penipuan. Jika mengeklik iklan tersebut, netizen akan diarahkan ke situs lain yang menyebutkan penawaran iPhone 7 dan testimonial palsu dari orang-orang yang mendapatkan penawaran khusus tersebut.
Jika ingin mendapatkan gawai ini, netizen harus mengisi informasi berupa nama, alamat, nomor telepon, rekening bank, dan nomor kartu kredit. Mereka juga harus memberi tahu nomor card verification value (CVV) dan one time password (OTP).
Nyatanya, masih ada saja masyarakat yang tertipu. Tercatat sudah ada 12 korban yang termakan iklan tersebut. Kepolisian Singapura mencatat para korban melaporkan transaksi mencurigakan dalam valuta asing (valas) yang tercatat dalam kartu kredit mereka.
© Dream
Aparat hukum di sana pun mengimbau publik untuk menghindari scam tersebut. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti memastikan keaslian dan keabsahan toko online, berhati-hati memasukkan informasi pribadi dan rekening bank ke dalam internet, dan memastikan keamanan situs.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memasang antivirus, antimalware, dan firewall di computer dan gawai mereka untuk mencegah masuknya malware ke piranti elektronik mereka. Yang paling penting, masyarakat harus segera melaporkan kepada bank apabila ada transaksi mencurigakan di kartu kreditnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya