Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Twitter meluncurkan tiga pembaruan terkait keamanan. Ketiga update ini adalah pengontrolan, pelaporan, dan penegakan.
Salah satu fitur tambahan yang disematkan Twitter adalah pengguna dapat melaporkan penguna akun-akun yang dianggap mengunggah kalimat-kalimat kebencian yang mengancam orang lain.
“ Twitter adalah cara tercepat untuk mengetahui apa saja yang terjadi dan diperbincangkan saat ini. Hal ini membuat Twitter menjadi besar adalah keterbukaannya terhadap semua orang dan opini yang mereka miliki,” kata Communication Manager Twitter Indonesia, Cipluk Carlita, di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 16 November 2016.
Carlita menjelaskan tiga fitur penambahan baru Twitter adalah pertama pengontrolan. Dia mengatakan fitur ini sebenarnya sudah lama ada di Twitter. Awalnya, fitur ini hanya mengizinkan pengguna untuk meredam akun-akun Twitter yang tidak ingin dilihat. Tapi, media sosial bergambar burung biru ini memperluas fungsi pengontrolan tersebut di area yang paling penting, yaitu notifikasi.
“ Mulai hari ini, pengguna dapat mengaktifkan fitur `membisukan` (mute) untuk kata kunci dan frasa tertentu, bahkan rangkaian percakapan yang notifikasinya tidak ingin dilihat,” kata dia.
Hari ini Twitter mengumumkan upaya terbaru untuk meredam online abuse. Baca info lebih detail di blog kami.https://t.co/gb3rbOVyQ3
— Twitter Indonesia (@TwitterID)November 16, 2016
Update yang kedua adalah pelaporan. Carlita mengatakan Twitter melarang adanya aksi-aksi kebencian yang mengecam orang lain berdasarkan ras, etnis, bangsa, agama, orientasi seksual, bahkan sampai penyakit-penyakit tertentu.
“ Mulai hari ini, Twitter memberikan cara yang lebih praktis untuk melaporkan ketidaknyamanan yang menyasar diri pengguna, orang lain, atau siapa saja yang mereka temukan di Twitter,” kata dia.
Yang ketiga, kata Carlita, adalah penegakan. Dalam pembaharuan ini, Twitter melatih timnya untuk semakin mengerti kebijakan jejaring sosial micro blogging itu, termasuk melakukan pendekatan konteks budaya dan sejarah terhadap aksi penghinaan dan menerapkan program-program lainnya.
“ Selain itu, Twitter juga telah memperbarui perangkat internal dengan sistem aga dapat mengeloal laporan lebih efektif. Tujuannya, agar dapat menjalankan proses dengan lebih cepat dan transparan,” kata dia.
Jadi mulai saat ini sebaiknya mulai bijak menggunakan akun sosial media kamu....
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya