Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.
Dream – Kemenangan tak terduga Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) minggu lalu, membuat penerbitan sukuk di Timur Tengah ditahan.
Dilansir dari Arabian Business, Rabu 16 November 2016, Islamic Development Bank (IDB) berencana akan bertemu dengan investor minggu ini terkait penjualan sukuk. Diperkirakan masih ada surat utang konvensional sebesar US$1 miliar yang masih belum dirilis di kawasan ini.
Namun, IDB menunda pertemuan itu karena melihat situasi pasar setelah kemenangan Trump. Investor cenderung wait and see terkait gejolak pasar yang diakibatkan oleh kemenangan presiden terpilih AS ini.
Disebutkan juga bahwa investor potensial juga menunggu hingga Januari 2017 untuk melihat kondisi pasar.
Salah seorang bankir yang tidak disebutkan namanya ini mengatakan kenaikan suku bunga The Fed diprediksi akan terjadi pada Desember 2016. Keputusan ini diprediksi bakal mendongkrak kinerja pasar. “ Jadi, apa untungnya menerbitkan sukuk sekarang dibandingkan dengan Januari tahun depan?” kata dia.
Sekadar informasi, sukuk yang dikeluarkan oleh IDB ini mendapatkan rating AAA dari Moody’s, Standard&Poor’s, dan Fitch. Pada Maret tahun ini, IDB telah mengeluarkan sukuk global bermata uang dolar dan menghimpun dana segar sebesar US$1,5 miliar (Rp20,05 triliun) dari penerbitan sukuk tersebut.
Tak hanya IDB, ada juga perusahaan lain yang menahan penerbitan sukuk, yaitu Etihad—maskapai penerbangan Abu Dhabu. Rencananya, Etihad akan merilis sukuk sebesar US$1 miliar (Rp13,37 triliun) di kaswasan tersebut.
(Sah/Arabianbusiness)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?