Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Otortas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tidak mengalami nasib yang sama dengan saudaranya BPJS Kesehatan yang dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak sesuai prinsip syariah.
MUI menilai BPJS Kesehatan diputuskan tidak sesuai syariah karena mengandung unsur gharar, maisir, dan riba.
Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank OJK, Firdaus Djaelani, menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan memiliki struktur yang berbeda dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, iuran yang diberikan para peserta BPJS Ketenagakerjaan bersifat pribadi dan digunakan untuk pribadi.
" Kalau kematian dan kecelakaan sudah jelas aturannya, sudah ikhlas para pekerja, sedangkan Jaminan Hari Tua dan Pensiun itu akunnya pribadi, tidak seperti BPJS Kesehatan yang menghimpun seluruh dana kesehatan masyarakat Indonesia," ujar Firdaus di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2015.
Meski disimpan di berbagai instrumen investasi, OJK menegaskan penggunaan BPJS Ketenagakerjaan lebih bersifat pribadi ini sehingga tidak menimbulkan masalah yang berarti.
Sebaliknya, BPJS Kesehatan, dinilai banyak pihak, telah menghimpun dana seluruh warga Indonesia sehingga sebagian pihak menganggap pengelola mendapatkan untung besar dari investasi dana tersebut. Padahal, diakui Firdaus, selama hampir setahun beroperasi BPJS Kesehatan justru mengalami kerugian.
" Orang pikir BPJS dapat untung dari hasil investasi. Hasil investasi BPJS Kesehatan ini tidak banyak, malah sekarang rugi. Namun, kalau ada untung, ini malah jadi tambahan buat iuran," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya