Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Dream - Pemerintah menargetkan penghematan sebesar Rp50,6 triliun dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016. Penghematan tersebut didapat dengan memangkas anggaran belanja untuk Kementerian/Lembaga (K/L).
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, rencana anggaran belanja K/L akan diturunkan dari Rp784 triliun menjadi Rp738 triliun atau sekitar Rp45,5 triliun. Sedangkan anggaran belanja non-K/L mengalami kenaikan sekitar Rp9,6 triliun.
" Di dalam penurunan Rp45,5 triliun untuk belanja K/L, ada penghematan belanja K/L yaitu sebesar Rp50,6 triliun, tapi juga ada tambahan belanja untuk keperluan yang mendesak sebesar Rp5,2 triliun," ujar Bambang, dikutip dari laman setkab.go.id, Jumat, 8 April 2016.
Bambang berharap penghematan itu dapat dicapai melalui efisiensi belanja operasional. Seperti perjalanan dinas, paket rapat, dan jasa seperti pembayaran listrik, telepon, air, serta jasa lainnnya, serta pembangunan gedung baru.
" Dari efisiensi ini diharapkan bisa dihemat sekitar Rp22,5 triliun untuk seluruh K/L," ucap Bambang.
Selain itu, penghematan juga akan dilakukan melalui pengurangan anggaran belanja pemeliharaan dan pengadaan peralatan kantor, serta belanja modal infrastruktur seperti pembelian kendaraan dinas.
" Kemudian juga kita harapkan ada penghematan di belanja bantuan sosial, serta kegiatan prioritas dan pendukung yang setelah dikaji ulang ternyata tidak mendesak, itu bisa ditunda," kata Bambang.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berharap ada penghematan dari hasil lelang terutama proyek-proyek infrastruktur. Juga dari optimalisasi honorarium kegiatan dan penundaan belanja yang tidak dapat dieksekusi tahun ini.
" Itu adalah program penghematan yang harapannya pada tahap kedua bisa Rp29,2 triliun sehingga total Rp50,6 triliun," ucap Bambang.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan pemerintah juga akan menekan biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas. Khusus untuk subsidi LPG akan ditekan hingga bisa berkurang mencapai Rp23,8 triliun.
" Tapi tentu saja ada tambahan subsidi listrik karena penyesuaian harga untuk kelas 900 MW masih ditunda sampai bulan Juli," ucap dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya