Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Investor asing menjadi motor penggerak bursa saham syariah Indonesia melanjutkan penguatan. Investor berburu saham emiten tambang akibat berspekulas akan adanya kenaikan harga minyak mentah dunia.
Kenaikan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak turun. Emiten HSMP dan saham keuangan menjadi penekan laju IHSG.
Padahal bursa saham Indonesia tengah kembali dibanjiri pemodal asing. Hari ini dana asing yang masuk mencatat nett buy hingga Rp 681 miliar. Naik tinggi dibandingkan kemarin yang hanya Rp 10 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 7 April 2016, indeks ISSi naik 0,208 poin (0,13%) ke level 157,095. Indeks JII juga menguat 0,679 poin (0,10%) ke level 661,064.
Meski dibuka di zona hijau, kedua indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini sempat mengalami tekanan. Indeks ISSI sempat turun dan longsor ke level terendah di 659,844.
Namun seiring munculnya aksi beli investor jelang penutupan, perlahan indeks ISSI dan JII bergerak menguat.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,86 triliun dengan 43,8 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi beli mendorong 89 emiten syariah masuk ke zona positif. Namun, papan perdagangan ISSI justru didominasi pelemahan dari 100 emiten.
Indeks sektor pertambangan mencatat kenaikan tertinggi hingga 2,11 persen. Disusul emiten industri aneka 0,76 persen, dan perdagangan 0,46 persen.
Sementara indeks sektor perkebunan mengalami tekanan dengan melemah 0,74 persen. Diikuti barang konsumsi 0,61 persen, dan manufaktur 0,26 persen.
Penghuni top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni LPPF yang meroket Rp 1.050 per saham. Diikuti dua emiten kelompok Astra, UNTR dan ASII yang naik Rp 350 dan Rp 75 per saham. Dua penghuni lainnya adalah INDF yang naik Rp 75 dan LPKR Rp 40 per saham.
Penguatan signifikan penghuni top gainer JII, berhasil meredam koreksi harga yang mendominasi indeks ISSI. Top losser saham bluechips syariah dihuni SILO yang turun Rp 375, UNVR Rp 350, INTP Rp 200, ITMG Rp 175, dan AALI Rp 150 per saham.
Kabar positif juga muncul dari laju kurs rupiah. Dolar AS yang menguat terhadap Yen dan Dolar Australia, tak cukup kuat melawan rupiah.
Sore ini, rupiah menguat 41 poin (0,31%) menjadi Rp 13.186 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan