Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Listrik (merdeka.com)
Dream - Pengeluaran masyarakat pada bulan ini bakal sedikit berkurang. Pemicunya, tarif dasar listrik untuk pelanggan non subsidi bakal turun selama Oktober 2014.
Penurunan tarif listrik ini disebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat sepanjang September 2014.
Sebagai informasi, empat golongan pelanggan non subsidi adalah rumah tangga besar (R3), bisnis menengah (B2), bisnis besar (B3), dan kantor pemerintah (P1).
Artinya, pelanggan listrik PLN seperti hotel, mal, pabrik, dan rumah mewah akan membayar tarif lebih murah pada bulan ini.
" Prinsipnya automatic tariff adjustment. Karena kurs dolar AS rata-rata pada September 2014 turun, maka tarif Oktober ikut turun," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jarman, di Jakarta Convention Center, Rabu, 1 Oktober 2014.
Mengutip situs resmi PT Perusahaan Listrik Negara bakal mengenakan tarif listrik pelanggan golongan B2, P1, dan R3 menjadi Rp 1.115 per kWh, atau turun dibanding September lalu Rp 1.531 per kWh.
Sedangkan mal dan hotel di kategori B3 turun tipis menjadi Rp 1.153 per kWh dari sebelumnya sebesar Rp 1.155 per kWh.
Menurut Jarman seperti dikutip Merdeka.com, penyesuaian tarif listrik otomatis itu sudah diterapkan sejak 1 Mei lalu. " Itu mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah, harga minyak, dan inflasi," ungkapnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya