Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG
Dream - Indeks saham syariah `terlambat panas` menyambut perdagangan di hari pertama Oktober 2014. Di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah memulai posisi di zona hijau, indeks syariah justru tertinggal di teritori negatif.
Perdagangan kali ini juga menandai mulai kembalinya dana asing ke pasar modal Indonesia. Asing yang mencetak nett sell selama 6 hari perdagangan, pagi ini mulai mengoleksi saham dengan nett buy Rp sekitar 10 miliar.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2014, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah tipis 0,18 poin (0,11%) ke level 166,57.
Pelemahan ini terjadi di tengah laju IHSG yang justru sudah mulai melaju di zona hijau dengan menguat 10,99 poin (0,21%) ke level 5.148,57.
Beruntung laju pelemahan ISSI ini hanya berlangsung sesaat. Meski masih dibuka turun 0,04 poin (0,03%) di sesi pembukaan, indeks ISSI akhirnya bisa melaju di zona positif kurang dari 1 menit.
Indeks ISSI pertama kalinya menyentuh zona hijau usai menguat 0,02 poin (0,01%) ke level 166,78.
Penguatan ini disokong kenaikan harga saham dari 16 emiten ISSI sementara 18 lainnya bergerak melemah.
Laju positif yang sedikit terlambat juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII dibuka melemah di level 686,43.
Namun hingga 15 menit perdagangan saham, indeks JII telah menembus zona hijau dengan menguat 0,23 poin (0,03%) ke level 687,85. Penguatan ini disokong kenaikan harga saham dari 13 emiten penghuni indeks JII.
Transaksi perdagangan tercatat melibatkan 1,16 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 311,43 miliar.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia hingga 15 menit pertama perdagangan telah berangsur pulih. IHSG masih bergerak di zona hijau dengan menguat 10,95 poin (0,21%) ke level 5.148,52.
Aksi jual beli saham pelaku pasar melibatkan tak kurang dari 6,73 juta saham dengan nilai menembus Rp 633,68 miliar.
Pemodal asing juga masih terlihat asing membeli saham-saham di lantai bursa dengan membukukan nett buy Rp 28,09 miliar.
Penguatan sejumlah indeks di BEI terjadi di tengah laju indeks bursa saham utama Asi yang bergerak variatif. Indeks Shanghai dan Nikkei Jepang bergerak menguat 0,26 persen dan 0,25 persen.
Sementara Hang Seng yang terkena imbas aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa China masih bergerak melemah 1,28 persen. Begitu pula dengan Kospi yang terkoreksi 0,61 persen.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah tampaknya masih tetap tertekan oleh sentimen luar negeri. Rupiah pagi ini bertengger di level 12.150 per dolar AS atau melemah 33 poin (0,27%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya