Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rupiah Makin Loyo, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 30 September 2014 16:24
Rupiah Makin Loyo, Indeks Syariah Ditutup Melemah
Pemodal asing kembali melakukan aksi jual saham dengan nilai mencapai Rp 900 miliar.

Dream - Aksi asing yang tak berhenti melakukan aksi jual saham kembali memaksa bursa saham Indonesia tak berkutik. Minimnya sentimen positif juga memaksa pemodal lokal menahan diri melakukan aksi beli.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 30 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 4,43 poin (0,09%) ke level 5.137,57.

Laju IHSG sebetulnya sempat menyentuh zona hijau di level 5.151. Sayang, sentimen negatif memaksa indeks kembali jatuh ke zona merah.

Emiten penghuni lantai bursa kali ini beradu kuat untuk menguasai pasar saham. Namun pelemahan harga saham dari 161 emiten memaksa IHSG jatuh ke zona merah.

Pelaku pasar melakukan transaksi jual beli dari 70,13 miliar saham. Aksi ini memicu perputaran uang sebesar Rp 6,04 triliun.

Sayangnya, aksi jual beli ini diwarnai langkah pemodal asing yang masih mencatatkan nett sell. Asing menarik dananya di pasar modal Indonesia hingga Rp 900 miliar.

Emiten di sektor perdagangan memimpin pelemahan indeks dengan koreksi 0,55 persen, diikuti infrastruktur 0,24 persen dan barang konsumsi 0,22 persen.

Melemahnya IHSG merembet pada indeks sektor saham lainnya. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,28 poin (0,17%) ke level 166,75.

Pelemahan ISSI kali ini dipicu koreksi harga saham dari 109 emiten syariah. Namun beruntung masih ada 96 emiten ISSI yang melaju ke zona hijau.

Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 37,27 miliar saham dengan perputaran uang mencapai Rp 3,64 triliun.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII( yang melemah 1,86 poin (0,27%) ke level 687,61. Kenaikan harga saham dari 11 emiten JII tak mampu menahan pelemahan yang dipicu 14 saham unggulan syariah.

Hingga sesi penutupan, saham-saham bluechips syariah yang memuncaki daftar pencetak kenaikan tertinggi adalah SMGR yang menguat Rp 175, diikuti AKRA Rp 125, ITMG Rp 75, CPIN Rp 55, dan LSIP Rp 50 per saham.

Sebagai informasi, bursa saham regional didominasi tren pelemahan. Indeks saham Nikkei dan Hang Seng masing-masing melemah 0,84 persen dan 1,28 persen.

Dari pasar keuangan, rupiah terus tertekan dan belum bisa keluar dari level psikologis. Kurs rupiah terhadap dolar AS bertengger di level 12.108 per dolar AS.

Beri Komentar