Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG
Dream - Aksi asing yang tak berhenti melakukan aksi jual saham kembali memaksa bursa saham Indonesia tak berkutik. Minimnya sentimen positif juga memaksa pemodal lokal menahan diri melakukan aksi beli.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 30 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 4,43 poin (0,09%) ke level 5.137,57.
Laju IHSG sebetulnya sempat menyentuh zona hijau di level 5.151. Sayang, sentimen negatif memaksa indeks kembali jatuh ke zona merah.
Emiten penghuni lantai bursa kali ini beradu kuat untuk menguasai pasar saham. Namun pelemahan harga saham dari 161 emiten memaksa IHSG jatuh ke zona merah.
Pelaku pasar melakukan transaksi jual beli dari 70,13 miliar saham. Aksi ini memicu perputaran uang sebesar Rp 6,04 triliun.
Sayangnya, aksi jual beli ini diwarnai langkah pemodal asing yang masih mencatatkan nett sell. Asing menarik dananya di pasar modal Indonesia hingga Rp 900 miliar.
Emiten di sektor perdagangan memimpin pelemahan indeks dengan koreksi 0,55 persen, diikuti infrastruktur 0,24 persen dan barang konsumsi 0,22 persen.
Melemahnya IHSG merembet pada indeks sektor saham lainnya. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,28 poin (0,17%) ke level 166,75.
Pelemahan ISSI kali ini dipicu koreksi harga saham dari 109 emiten syariah. Namun beruntung masih ada 96 emiten ISSI yang melaju ke zona hijau.
Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 37,27 miliar saham dengan perputaran uang mencapai Rp 3,64 triliun.
Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII( yang melemah 1,86 poin (0,27%) ke level 687,61. Kenaikan harga saham dari 11 emiten JII tak mampu menahan pelemahan yang dipicu 14 saham unggulan syariah.
Hingga sesi penutupan, saham-saham bluechips syariah yang memuncaki daftar pencetak kenaikan tertinggi adalah SMGR yang menguat Rp 175, diikuti AKRA Rp 125, ITMG Rp 75, CPIN Rp 55, dan LSIP Rp 50 per saham.
Sebagai informasi, bursa saham regional didominasi tren pelemahan. Indeks saham Nikkei dan Hang Seng masing-masing melemah 0,84 persen dan 1,28 persen.
Dari pasar keuangan, rupiah terus tertekan dan belum bisa keluar dari level psikologis. Kurs rupiah terhadap dolar AS bertengger di level 12.108 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya