Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemilik Cafe ISIS Hookah Lounge
Dream - Pemilik kafe shisha di New York mengaku kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah memberikan reputasi buruk untuk bisnisnya.
Pantas saja si pemilik kafe bernama Michil Gadalla merasa rugi. Sebab, gerai shisha miliknya punya nama serupa dengan ISIS, yakni ISIS Hookah Lounge.
Dilansir Al Arabiya, Selasa 30 September 2014, sejumlah pejalan kaki kerap kaget melihat nama restoran miliknya yang dibuka sejak 2010 itu.
" Mereka (ISIS) teroris, mereka orang jahat. Mereka membuat bisnis saya tercoreng," kata Gadalla kepada Daily News.
Salah satu warga New York yang melihat kafe milik Gadalla itu mengaku terkejut. " Waktu itu saya lewat sini dengan putri saya berusia 16 tahun dan dia melihat nama kafe itu sambil berkata, 'Apa-apaan ini'?" kata seorang pengunjung kafe.
Solusinya, menurut Gadala, adalah ganti nama. Namun, itu bukan persoalan sederhana dan murah. " Perlu ongkos US$ 8000 (Rp 97 juta) untuk ganti nama," ujarnya. " Risiko lainnya, kami harus membangun bisnis dari awal."
Sebelum ISIS merajalela di Irak dan Suriah, Gadala dan ISIS Hookah Lounge mampu meraup omzet US$ 3 juta per hari. Kini, hanya meraup penghasilan beberapa ribu dolar saja.
Awal bulan ini, sebuah perusahaan pembayaran ponsel bernama Isis berganti nama menjadi Sofcard. Di London, ISIS Mag, majalah kecantikan dan tata rambut berbasis di London mengubah logo dan menghilangkan kata ISIS-nya.
Kepada Russia Today, Linda Graham, pendiri ISIS Mag mengatakan keputusan mengubah nama dilakukan setelah muncul pesan di laman Facebook bahwa ISIS Mag adalah bagian dari organisasi teroris. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya