4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Mufti Damaskus, Syeikh Adnan Al Afiyuni, Saat Mengisi Pengajian Di Salah Satu Masjid Di Jakarta (Youtube/Askar Media)
Dream - Mufti Damaskus, Suriah, Syeikh Adnan Al Afiyuni, meninggal dunia akibat ledakan bom mobil, Kamis 22 Oktober 2020. Ulama Sunni itu dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Suriah, Bassar Al Assad, yang berasal dari kelompok Alawit Syiah.
Mobil yang ditumpangi Syeikh Adnan meledak saat berada di luar kawasan Ibu Kota Damaskus. Berdasarkan pernyataan Kementerian Wakaf Suriah, sebuah bom ditanamkan di bawah mobilnya.
Media resmi Pemerintah Suriah, SANA, melaporkan, mobil Syeikh Adnan meledak saat melintas di kota Qudsaya. Barat laut dari Damaskus.
Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah menyatakan, ulama 66 tahun itu memainkan peran kunci dalam mencapai kesepakatan rekonsiliasi antara pemerintah dengan kelompok pemberontak di pinggiran Ibu Kota selama perang 9 tahun.
Pada September 2016, Afiyuni memimpin sholat ketika Assad jarang muncul di depan umum untuk merayakan liburan Idul Adha di Daraya, setelah pemberontak terakhir dievakuasi bulan sebelumnya berdasarkan kesepakatan genjatan senjata. Syeikh Adnan memuji kota itu sebagai teladan bagi Suriah.
" Daraya adalah bukti hidup bagi semua warga Suriah bahwa satu-satunya pilihan yang tersedia bagi Anda adalah rekonsiliasi dan meninggalkan pertempuran," kata Syeikh Adnan.
Ledakan relatif jarang terjadi di dalam dan sekitar ibu kota sejak pasukan pemerintah mengusir pemberontak dan jihadis terakhir dari perbatasan pada 2018.
Setelah serangkaian kemenangan militer yang didukung oleh sekutu utama Rusia, pemerintah telah mendapatkan kembali kendali atas sekitar 70 persen negara itu, kata Observatorium.
Lembaga tersebut juga mengatakan perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka sejak mulai tahun 2011 dengan penindasan protes anti-pemerintah.
Sumber: i24news.tv
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
