Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Laju penguatan indeks bursa saham Indonesia tak bisa berlangsung lama. Indeks kembali melemah seiring minimnya sentimen positif yang diperoleh pelaku pasar.
Lantai bursa justru dihantui aksi demonstrasi besar-besar yang melanda Hong Kong. Akibatnya, pelaku pasar global dan regional ramai-ramai menarik dana. Terbukti, indeks Dow Jones terkoreksi 41,93 poin (0,25%).
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 30 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 26,19 poin (0,51%) ke level 5.115,82.
Hingga 25 menit perdagangan saham, IHSG masih terkoreksi cukup dalam hingga 25,06 poin (0,49%) ke level 5.116,95.
Volume transaksi perdagangan saham mencapai 6,06 miliar saham dengan perputaran dana menembus Rp 784,48 miliar.
Seluruh indeks saham ramai-ramai jatuh ke zona merah dipimpin emiten barang konsumsi yag melemah 0,98 persen, industri dasar 0,75 persen, dan manufaktur 0,7 persen.
Koreksi juga melanda saham-saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah ke level 166,31. Hingga setengah jam pertama perdagangan, ISSI telah terkoreksi 0,89 poin (),54%) ke level 166,14.
Pelemahan indeks ISSI didorong koreksi harga saham dari 100 emiten syariah. Sementara 64 emiten ISSI lain masih bertahan di zona hijau.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 586,22 miliar dari aksi jual beli 4,69 miliar saham.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka melemah ke level 685,38.
Indeks JII saat ini telah terkoreksi 3,77 poin (0,55%) ke level 685,71. Tercatat hanya 4 emiten unggulan syariah yang melaju di zona hijau dan 23 lainnya terseret arus pelemahan.
Sentimen negatif yang melanda hampir semua bursa saham dunia membuat pelaku pasar terus melanjutan aksi jual saham. Di BEI, asing mencatatkan nett sell sekitar Rp 119,69 miliar.
Dari kawasan regional, indeks saham utama didominasi pelemahan. Nikkei dan Hang Seng masing-masing melemah 1,47 persen dan 1,38 persen. Hanya indeks Shanghai Composite yang menguat tipis 0,09 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah juga kembali tertekan. Pagi ini rupiah bertengger di level 12.154 per dolar AS atau terkoreksi 15 poin (0,12%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya