Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi telah menolak perekrutan pembantu rumah tangga (PRT) dari Indonesia. Pasalnya, pihak kementerian menilai negosiasi dengan pihak Indonesia tidak menghasilkan aturan yang jelas mengenai perekrutan tenaga kerja.
Berdasarkan berita yang dikutip dari Arab News, Senin, 29 September 2014, ketidakjelasan hasil negosiasi ini seperti dalam menetapkan upah minimum. Pihak Indonesia menginginkan upah minimum sebesar SR 1.200 atau sekitar Rp 3,87 juta setelah bekerja 2 tahun.
Sengketa upah minimum ini kemungkinan terkait masalah yang dialami pekerja Indonesia selama bekerja di Arab Saudi.
Dengan adanya masalah itu, maka pihak kementerian mulai melakukan program diversifikasi sumber tenaga kerja. Salah satu implementasi dari langkah tersebut adalah upaya kerja sama yang dibangun dengan pihak Vietnam.
Sayangnya, di Vietnam pun kini tengah mengalami kelangkaan PRT. Untuk itu, pihak Arab Saudi pun membuka pintu perekrutan tenaga kerja asal Filipina. Hal ini guna menciptakan keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Saat ini biaya perekrutan PRT bervariasi yaitu sekitar SR 17-19 ribu atau sekitar Rp 50-60 juta, sedangkan waktu kedatangan pekerja membutuhkan waktu 6-8 bulan.
Saat ini, Indonesia masih menjadi solusi utama untuk mengatasi kesenjangan antara pasokan PRT dengan permintaan, meski ada masalah perbedaan keinginan antara kedua belah pihak. Pihak Arab pun terus melakukan eksplorasi guna mendapatkan PRT dalam jumlah besar.
Sumber mengatakan rata-rata gaji PRT dari Indonesia sekitar SR 1.200-1.300, sedangkan biaya perekrutan tenaga kerja Indonesia turun menjadi SR 13 ribu dengan asumsi perbedaan pendapat antara kedua belah pihak dapat diselesaikan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya