Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Kebangkitan bursa saham Wall Street akhir pekan lalu tak menjalar ke pasar modal Indonesia. Pelaku pasar, khususnya asing, memilih mengamankan asetnya dahulu akibat ketidakpastian politik di tanah air.
Aksi jual asing yang masih berlanjut di awal pekan ini mendorong Indeks bursa saham Indonesia kembali masuk zona merah.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 29 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9,73 poin (0,19%) ke level 5.122,82. Pelemahan berlanjut di sesi pembukaan setelah IHSG turun 9,6 poin (0,19%) ke level 5.122,96
Melemahnya harga saham dari 13 emiten di lantai bursa sudah cukup untuk membuat IHSG masuk zona merah.
Di awal pekan ini, transaksi perdagangan mencapai Rp 28,19 miliar dari perpindahantangan 50,08 juta saham.
Hingga 6 menit perdagangan sesi pagi ini, asing masih melakukan aksi jual dengan nilai Rp 38,61 miliar.
Koreksi yang dialami IHSG juga merembet ke indeks saham lain seperti Indeks Saham Syariah Indonesia dan Jakarta Islamic Index (JII).
Indeks ISSI pagi ini dibuka melemah 0,4 poin (0,24%) ke level 166,61. Pelemahan dipicu koreksi harga saham dari 10 emiten syariah.
Di sesi pembukaan indeks ISSI juga kembali melemah 0,4 poin (0,24%) ke level 166,61
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 10,51 miliar dengan saham beralihtangan mencapai 31,82 juta lembar.
Kondisi yang sama dialami indeks JII yang melemah 1,79 poin (0,26%) ke level 685,84. Transaksi perdagangan mencapai Rp 9,81 miliar.
Pelemahan berlanjut di sesi pembukaan setelah JII kembali terkoreksi 1,76 poin (0,26%).
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menjelaskan, koreksi yang terjadi pada hari Jumat kemarin, dipicu oleh sentimen politik dan juga sentimen regional.
" Hari ini, kita akan melihat sentimen mana yang lebih kuat," katanya.
Menurut Satrio, jika IHSG terus bergerak turun dan pemodal asing masih berada dalam posisi jual, bisa dipastikan jika sentimen politik dalam negeri memiliki dampak lebih kuat jika dibandingkan dengan sentimen regional.
Sejauh ini, mengingat trend jangka pendek IHSG masih berada dalam trend turun, Satrio merekomendasi pemodla untuk melakukan Sell On Strength pada saham-saham penggerak IHSG, terutama pada saham-saham sektor perbankan, konstruksi, semen, dan komoditas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya