Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Masih Melemah Terpicu Sentimen Domestik

Reporter : Syahid Latif
Senin, 29 September 2014 09:28
Indeks Syariah Masih Melemah Terpicu Sentimen Domestik
Pasar modal Indonesia mulai terpengaruh dengan kondisi ketidakpastian politik jelang pelantikan presiden terpilih Joko Widodo. Kebangkitan Dow Jones tak berdampak positif pada IHSG

Dream - Kebangkitan bursa saham Wall Street akhir pekan lalu tak menjalar ke pasar modal Indonesia. Pelaku pasar, khususnya asing, memilih mengamankan asetnya dahulu akibat ketidakpastian politik di tanah air.

Aksi jual asing yang masih berlanjut di awal pekan ini mendorong Indeks bursa saham Indonesia kembali masuk zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 29 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9,73 poin (0,19%) ke level 5.122,82. Pelemahan berlanjut di sesi pembukaan setelah IHSG turun 9,6 poin (0,19%) ke level 5.122,96

Melemahnya harga saham dari 13 emiten di lantai bursa sudah cukup untuk membuat IHSG masuk zona merah.

Di awal pekan ini, transaksi perdagangan mencapai Rp 28,19 miliar dari perpindahantangan 50,08 juta saham.

Hingga 6 menit perdagangan sesi pagi ini, asing masih melakukan aksi jual dengan nilai Rp 38,61 miliar.

Koreksi yang dialami IHSG juga merembet ke indeks saham lain seperti Indeks Saham Syariah Indonesia dan Jakarta Islamic Index (JII).

Indeks ISSI pagi ini dibuka melemah 0,4 poin (0,24%) ke level 166,61. Pelemahan dipicu koreksi harga saham dari 10 emiten syariah.

Di sesi pembukaan indeks ISSI juga kembali melemah 0,4 poin (0,24%) ke level 166,61

Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 10,51 miliar dengan saham beralihtangan mencapai 31,82 juta lembar.

Kondisi yang sama dialami indeks JII yang melemah 1,79 poin (0,26%) ke level 685,84. Transaksi perdagangan mencapai Rp 9,81 miliar.

Pelemahan berlanjut di sesi pembukaan setelah JII kembali terkoreksi 1,76 poin (0,26%).

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menjelaskan, koreksi yang terjadi pada hari Jumat kemarin, dipicu oleh sentimen politik dan juga sentimen regional.

" Hari ini, kita akan melihat sentimen mana yang lebih kuat," katanya.

Menurut Satrio, jika IHSG terus bergerak turun dan pemodal asing masih berada dalam posisi jual, bisa dipastikan jika sentimen politik dalam negeri memiliki dampak lebih kuat jika dibandingkan dengan sentimen regional.

Sejauh ini, mengingat trend jangka pendek IHSG masih berada dalam trend turun, Satrio merekomendasi pemodla untuk melakukan Sell On Strength pada saham-saham penggerak IHSG, terutama pada saham-saham sektor perbankan, konstruksi, semen, dan komoditas.

Beri Komentar